Kenapa Jumlah Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV di Indonesia Tinggi? Ternyata Hal Ini Penyebabnya

Kiki program ini merupakan satu penyebab diskriminasi terhadap perempuan hamil yang positif terinfeksi HIV.

Kenapa Jumlah Ibu Rumah Tangga Terinfeksi HIV di Indonesia Tinggi? Ternyata Hal Ini Penyebabnya
Freepik
Ilustrasi HIV/AIDS masih memiliki harapan untuk tetap sehat. 

TRIBUNJATENG.COM -- Tingginya jumlah ibu rumah tangga terinfeksi HIV di Indonesia disebabkan oleh mandatory testing yang diwajibkan Kementerian Kesehatan.

Program ini menjadi masalah karena diskriminatif terhadap perempuan.

Hal tersebut dikatakan oleh RAS alias Kiki, seorang Office Manager Ikatan Perempuan Positif Indonesia kepada Tribun Network di kantornya, Jakarta, Sabtu (30/11).

Kiki mengatakan program ini telah dijalankan sejak tahun 2016, namun cenderung diskriminatif.

"Akhirnya yang ketahuan HIV hanya istrinya, kemudian ketika suaminya diajak tes HIV, kira-kira mau tidak dia?

Mungkin ada beberapa yang mau terutama kalau memang benar dia sayang," ujar Kiki.

Menurut Kiki program ini merupakan satu penyebab diskriminasi terhadap perempuan hamil yang positif terinfeksi HIV.

Kiki mencontohkan kisah seorang anggota IPPI yang positif HIV, namun takut untuk berterus terang kepada suaminya.

Kata Kiki kecemasan rekannya tersebut ada lantaran stigma buruk yang melekat pada perempuan yang terinfeksi HIV.

Selain itu, yang menjadi kecemasan banyak ibu rumah tangga dengan HIV itu terutama ialah nasib sang anak kelak jika dicerai sang suami.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved