Mitigasi Bencana Longsor, 3.000 Bibit Trembesi Ditanam di Kawasan Gunung Lio Salem Brebes

Puluhan personel tim gabungan melakukan penanaman 3.000 bibit pohon trembesi di petak 7D areal Perhutani BKPH Salem KPH Pekalongan Barat

Mitigasi Bencana Longsor, 3.000 Bibit Trembesi Ditanam di Kawasan Gunung Lio Salem Brebes
ISTIMEWA
Tim gabungan melakukan penanaman bibit pohon trembesi di kawasan Gunung Lio, Salem, Brebes, Senin (2/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Puluhan personel tim gabungan melakukan penanaman 3.000 bibit pohon trembesi di petak 7D areal Perhutani BKPH Salem KPH Pekalongan Barat, tepatnya di kawasan Gunung Lio, Salem, Brebes, Senin (2/12/2019).

Lokasi penanaman merupakan mahkota longsor yang menyebabkan 18 korban jiwa dan 4 orang hilang di wilayah Desa Pasirpanjang, Salem, pada 22 Februari 2018 silam.

Tim gabungan meliputi Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kecamatan Salem, Koramil, Polsek, LMDH Desa Pasirpanjang, Komunitas Bangbara, Banser, Perhutani dan masyarakat setempat.

Ketua FPRB Kecamatan Salem, Riswo mengatakan, penanaman pohon trembesi tersebut sebagai upaya mitigasi bencana guna meminimalisir musibah longsor yang pernah terjadi 2018 lalu.

"Bencana alam tanah longsor memang tidak dapat dihindari, namun tinggal bagaimana upaya manusia mengembalikan fungsi alam dengan melakukan mitigasi bencana," katanya.

Riswo mengapresiasi seluruh tim gabungan dalam pelaksanaan penanaman pohon trembesi tersebut. Diharapkan, pohon yang ditanam tumbuh dengan baik dan mampu menjadi penahan mahkota longsor Gunung Lio.

"Sehingga longsor yang pernah terjadi dan memakan korban jiwa, tak terulang kembali," harapnya.

Asisten Perhutani BKPH Salem, Rusman menyampaikan, bibit trembesi merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Pemali-Jratun, Desa Baros, Kecamatan Ketanggungan, Brebes.

Dikatakannya, mitigasi bencana dengan cara penghijauan kembali ini dilakukan menjelang musim penghujan 2019 agar bibit yang ditanam hidup. Dengan begitu, diharapkan dapat meminimalisir terjadinya bencana longsor.

"Sejak November 2018 lalu telah dilakukan upaya penghijauan dan areal yang telah ditanami juga telah dipasang kawat berduri untuk mencegah bibit dimakan ternak warga yang diliarkan dan hewan liar," paparnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved