Breaking News:

DPRD Kabupaten Pekalongan

Pasangan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Bantu Biaya Pengobatan Bocah yang Terkena Katarak

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra-Shinanta Previta Anggraeni, menjenguk Arif Rohman Hakim (6), bocah penderita katarak, Dukuh Ketepeng

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra-Shinanta Previta Anggraeni, menjenguk Arif Rohman Hakim, bocah penderita katarak, Desa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Senin (2/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra-Shinanta Previta Anggraeni, membantu biaya Arif Rohman Hakim (6), bocah penderita katarak, Dukuh Ketepeng RT 12 RW 4 Desa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Wasriah (39) orangtua Arif mengatakan anaknya Arif mengidap penyakit katarak sejak usia 1,5 tahun.

"Sekarang anak saya sudah berumur 6 tahun, tapi baru dioperasi," kata Wasriah saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (2/12/2019).

Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra-Shinanta Previta Anggraeni, menjenguk Arif Rohman Hakim (6), bocah penderita katarak, Dukuh Ketepeng RT 12 RW 4 Desa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra-Shinanta Previta Anggraeni, menjenguk Arif Rohman Hakim (6), bocah penderita katarak, Dukuh Ketepeng RT 12 RW 4 Desa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO)

Menurutnya, ia baru bisa mengoperasi katarak anaknya, karena terbentur dengan faktor ekonomi.

Bahkan, baru menjalani operasi pada pertengahan Oktober 2019 lalu.

"Belum lama ini, baru bisa dioperasi di Rumah Sakit Karyadi Semarang. Alhamdulillah, kemarin operasi tercover KIS," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan Desa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto, Siti Yakaria mengatakan usai mejalani operasi, Arif harus kontrol ke rumah sakit Karyadi Semarang secara rutin seminggu sekali.

Menurutnya, saat ini Arif masih terapi dengan mengenakan kacamata sehingga paska operasi bisa kembali normal.

Kedua orangtuanya yang bekerja sebagai buruh serabutan tidak mampu untuk membiayai pengobatan yang tidak tercover KIS.

"Kemudian untuk biaya transportasi dari Wonokerto-Semarang saja tidak punya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved