PDIP Dukung Jokowi Yang Tolak Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode

meskipun PDI-P mendorong amendemen terbatas UUD 1945, tetapi hanya sebatas menghidupkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

PDIP Dukung Jokowi Yang Tolak Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode
Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan materi Pancasila di kuliah umum Unika Soegijapranata, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya mendukung penolakan Presiden Jokowi terhadap usulan masa jabatan presiden menjadi tiga periode melalui amendemen UUD 1945.

Hasto mengatakan, meskipun PDI-P mendorong amendemen terbatas UUD 1945, tetapi hanya sebatas menghidupkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

"Meski PDI Perjuangan terdepan di dalam mengusulkan amendemen terbatas guna menempatkan MPR sebagai lembaga tertinggi dan memiliki kewenangan di dalam menetapkan haluan negara, namun presiden dan wapres tetap dipilih secara langsung dengan pembatasan masa jabatan maksimum dua periode," kata Hasto dalam keterangan tertulis, Selasa (3/12/2019).

Kendati demikian, Hasto menyarankan agar pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tidak dilakukan serentak.

Hal ini, kata dia, untuk menata sistem politik nasional.

"Karena itu, PDI-P mewacanakan pilpres tidak dilaksanakan secara serentak dengan pemilu legislatif," ujar dia.

Presiden Tolak Keras Wacana Presiden Tiga Periode, Mardani Ali Sera: Bravo Untuk Pak Jokowi

Nasdem Minta Jokowi Tak Usah Baper Terkait Wacana Presiden Tiga Periode

Wacana Presiden Tiga Periode, Jokowi Tolak Keras, Ini Penjelasan Ketua KPU

Hasto mengatakan, wacana amendemen UUD 1945 terkait GBHN ini bersifat strategis guna menata perekonomian dalam jangka panjang sehingga Indonesia bisa berperan menjadi lumbung pangan dunia.

"Pendeknya dengan haluan negara tersebut, setidaknya Indonesia bisa berperan besar sebagai lumbung pangan dunia, sumber obat-obatan atas dasar kekayaan hayati, dan juga kekayaan rempah serta alam raya yang indah bagi industri pariwisata nasional," tutur dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tak setuju dengan usul masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode.

Ia pun merasa curiga pihak yang mengusulkan wacana itu justru ingin menjerumuskannya.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved