Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pelita Jaya dan Giras Soccer School Juara Indonesia Junior League

Laga final kompetisi sepak bola usia dini, Indonesia Junior League (IJL), musim 2019 berakhir pada Minggu (1/12).

INDONESIAJUNIORLEAGUE.COM
Indonesia Junior League, kompetisi usia muda. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Laga final kompetisi sepak bola usia dini, Indonesia Junior League (IJL), musim 2019 berakhir pada Minggu (1/12).

Bertempat di Lapangan Nirwana Park Sawangan, Depok, Pelita Jaya Soccer School U-9 dan Giras Soccer School U-11 keluar sebagai juara pada masing-masing kategori.

Pelita Jaya U-9 berhasil mengalahkan FIFA Farmel di partai puncak dengan skor tipis 1-0. Gol Valdo Putra Pratama pada babak pertama jadi pembeda pada laga terebut.

The Young Guns asuhan Dede Firmansyah itu pun berpesta di Sawangan. Sementara itu, di kategori U-11, Giras Soccer School keluar sebagai juara.

Pada laga final, tim asal Jakarta Utara itu mampu menyudahi perlawanan D'Joe FC dengan skor akhir 2-1. Laga harus melewati babak perpanjangan waktu, gol emas Muhammad Ridwan jadi garansi kemenangan Giras.

Seperti tradisi musim-musim sebelumnya, rangkaian grand final sekaligus closing ceremony IJL juga diramaikan lewat partai bertajuk IJL All Stars. Total, ada 104 pemain terpilih ambil bagian menikmati atmosfer laga perang bintang.

Menariknya, laga perang bintang juga diramaikan mantan pesepak bola profesional kenamaan Tanah Air, yakni Javier Roca, dan Warsidi Ardi yang berperan sebagai pelatih. Peta persaingan IJL musim 2019 terbilang sulit ditebak.

Banyak nama besar bertumbangan.

CEO IJL, Rezza Mahaputra Lubis, meyakini hal tersebut tidak lepas dari komitmen IJL menciptakan atmosfer kompetisi yang tidak hanya sengit, tetapi juga sehat.

Ketersediaan lapangan dengan kualitas memadai jadi salah satu contohnya. "Pelan-pelan IJL akan berimbas ke tata kelola sepak bola Indonesia yang lebih baik. Intinya, kami mulai dari level akar rumput terlebih dahulu," ujar Rezza, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

"Profesionalisme dari operator akan berimbas ke tiap tim kontestan, dalam hal ini IJL ke SSB. Tidak hanya berdampak positif ke pemain, tetapi juga pelatih, bahkan orangtua siswa," kata Rezza.

Rezza berharap semangat yang dibawa IJL nantinya bisa dipetik dengan manis. Muaranya tentu berujung pada masa depan regenerasi timnas Indonesia.

"Semenjak IJL bergulir 2014, kami sudah memegang 9.000 database pemain dari seluruh SSB area Jabodetabek. Modal investasi untuk masa depan generasi emas sepak bola Indonesia," kata Rezza.

"Pada 2021, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 oleh FIFA, ini jadi semangat baru untuk tiap SSB berlomba-berlomba menelurkan pemain-pemainnya hasil didikannya. Sekali lagi, kami bicara soal keberanian untuk melakukan investasi jangka panjang," ucap Rezza. (kps)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved