Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sumber Air Jernih di Desa Bukuran Kalijambe Sragen, Pernah Mau Dibeli Aqua

Hampir setiap pagi dan sore puluhan warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen mengambil air di sumur panguripan

Tayang:
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Mahfira Putri Maulani
Warga Desa Bukuran Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen sedang mengambil air di sumur panguripan 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Hampir setiap pagi dan sore puluhan warga Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen mengambil air di sumur panguripan.

Sumur tersebut merupakan sumur yang tak pernah asat sejak puluhan tahun lalu.

Memiliki sumber mata air yang tidak pernah asat membuat warga sekitar merasa senang.

Seperti yang dirasakan salah satu warga, Esti Maryunah (38) salah satu warga Dukuh Bapang RT 05 Desa Bukuran Kecamatan Kalijambe.

Dirinya mengaku bersyukur dengan adanya sumur panguripan yang dapat memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari. Esti juga mengaku setiap hari mengambil air tempat itu.

"Setiap hari ambil air disini, warga lain desa juga mengambil disini seperti Desa Pungsari, Krikilan, Bujuran. Ini sumbernya udah lama banget, waktu saya kecil juga udah ada," terang Esti, kepada Tribunjateng.com, Selasa (3/12/2019).

Esti mengaku menggunakan air dari sumber ini untuk kegiatan masak-memasak dan air minum.

Bukan karena sumur yang ia miliki tak lagi mengeluarkan air.

Namun air disekitar desa Bukuran mengandung kapur sehingga warga lebih memilih mengambil dari sumur panguripan tersebut.

Dirinya berharap air yang terus mengalir dari sumur tersebut bisa disalurkan ke rumah-rumah warga agar tidak perlu bolak-balik.

Pantauan di lokasi, tidak hanya orang tua saja yang mengambil air disana, anak-anak kecil turut mengambil air dengan diwadahi galon.

Jalannya yang sempit dan berkelok-kelok tak membuat mereka merasa takut akan tergelincir.

Sumur panguripan ini terletak agak jauh dari kediaman warga, berada di balik bukit di Desa Bukuran dan di samping Sungai yang berbatasan dengan Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu Sekertaris Desa Bukuran, Tulus Pamungkas (27) mengaku warganya sekali mengambil rata-rata digunakan untuk sehari hingga dua sehari.

Tulus mengatakan sumur tersebut pada 2017 pernah diteliti dari perusahaan Aqua dan berniat akan membeli sumber air tersebut.

"Dulu pernah dicek sumber ini dari warga ke laboratorium untuk kehigienisan dan kandungannya aman dan bagus dikonsumsi, dari perusahaan Aqua juga pernah mengecek ke sumber ini sempat mau dibeli waktu itu," terang Tulus.

Karena debit air yang tidak sesuai dengan standar dari Aqua, perusahaan tersebut belum melanjutkan penawaran. Selain itu, Tulus juga mengaku warganya tidak mau jika sumur tersebut diperjualbelikan.

"Banyak yang nggak mau juga, takutnya keasrian alam akan berubah. Pasti kan diperlebar dan warga juga akan kehilangan sumber mata air," lanjut Tulus.

Selama ini Tulus juga berharap pemerintah daerah bisa membantu memperbaiki keadaan sumur panguripan tersebut agar bisa tersalurkan kerumah warga, pasalnya air yang keluar tidak ada tampungan dan langsung terbuang ke sungai.

"Ini kan di belakang tebing ya, ini juga udah berkali-kali longsor juga, jadi setiap longsor ya ketutup sumbernya. Kalo udah ketutup longsor ya kita cari lagi sumbernya baru dipasang peralon," lanjut dia.

Letaknya yang berdekatan dengan sungai, tak jarang jika musim hujan tiba, sumur panguripan tersebut mendadak hilang.

"Kalo musim penghujan, air sungai kan meluap akhirnya banjir menutupi sumur panguripan. Nanti kalo mulai musim kemarau kita menggali lagi mencari sumber airnya dimana, terus setiap tahun seperti itu," lanjut Tulus.

Tulus menyebutkan hasil dari penelitian sejarawan, dulu sekitar sumber panguripan ialah rawa-rawa.

Di lokasi yang tidak jauh dari sumur juga ditemukan fosil-fosil buaya, tempurung kura-kura, badak hingga gajah yang kini fosilnya terpasang di Museum Sangiran. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved