2 Bulan Jadi Kurir Sabu Belum Dapat Bayaran, Dona Terancam Hukuman Mati

Ferdian Dona Saputra bin Ismadi (37), warga Perumahan Umum (Perum) Cindelaras Permai Nomor 408 RT 05 RW 08 Desa Karangtengah Kecamatan Tuntang

TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Ferdian Dona Saputra bin Ismadi (37), warga Perumahan Umum (Perum) Cindelaras Permai Nomor 408 RT 05 RW 08 Desa Karangtengah Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang sudah dua bulan menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu untuk pemasok bernama Leo pada pengakuannya saat Konferensi Pers di Mako Polres Semarang pada Rabu (4/12/2019) pagi. 

Mengetahui informasi tersebut, petugas bergegas bergerak dan menuju lokasi dan mengamankan Dona.

Sayangnya saat itu tidak ditemukan barang bukti narkotika pada saat dilakukan penangkapan kemudian dilakukan interogasi terhdapa Dona.

Ia mengaku masih menyimpan sabu-sabu di rumahnya.

"Menindaklanjuti hal tersebut, petugas Resmob Sat Narkoba melakukan penggeledehan di rumah Dona," tuturnya.

Berjalannya proses penggeledahan disaksikan oleh warga sekitar bernama Slamet Riyanto bin Mudi Wirejo dan Sarmijan bin (Alm) Kartodikromo.

Petugas berhasil menemukan barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan antara lain sebuah kantong kecil berwarna merah bertuliskan RedDoorz yang berisi sebuah plastik klip yang didalamnya terdapat sebuah plastik klip yang berisi serbuk kristal yang digulung dan dibungkus potongan kertas warna putih dan diisolasi warna transparan.

Berat bersih bubuk kristal tersebut 0,78894 gram.

Ada pula dua plastik klip lain yang masing-masing di dalamnya terdapat empat bungkus plastik klip yang berisi serbuk kristal yang digulung dan diisolasi warna transparan dengan berat bersih 2,76199 gram.

Ada pula timbangan elektronik silver produksi Idealife, sebuah timbangan elektronik silver produksi Taffware, satu pak plastik klip kecil merek KP Klip, sebuah kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) keluaran Bank BNI, dan sebuah ponsel jenama Huawei tipe Lua-L22 bernomor kartu 083856556786.

"Dona didakwa Pasal 114 Ayat 1 dan atau Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkoba dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal hukuman mati," terangnya.

Kali ini ketiga kalinya Dona ditangkap oleh pihak kepolisian karena kasus yang sama. Akibat kasusnya tersebut, dikabarkan istri Dona mengajukan gugatan cerai. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved