UPDATE: Cara Kerja Granat Asap Menurut Kepala Penerangan Kodam Jaya

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Zulhadrie mengatakan, granat asap adalah granat yang mengeluarkan asap bukan ledakan.

Tangkapan layar dari video Kompas TV
Ledakan di Monas, Jakarta, Selasa (3/2/2019) 

TRIBUNJATENG.COM -- Penadaran dengan granat asap dan bagaimana cara kerjanya?

Kepala Penerangan Kodam Jaya, Kolonel Zulhadrie mengatakan, granat asap adalah granat yang mengeluarkan asap bukan ledakan.

"Jadi sifatnya, untuk memicu agar mengeluarkan asap, harus ada ledakan," ujarnya, dikutip Tribunnews.com dari KompasTV.

Menurut Zulhadrie, sifat dari granat asap tidaklah menghancurkan atau melumpuhkan obyek yang ada di sekitarnya.

Daya ledaknya hanya untuk mengeluarkan asap.

Biasanya, lanjut Zulhadrie, granat asap digunakan pada latihan-latihan.

"Biasanya, digunakan untuk mengelabui musuh sehingga musuh tidak bisa melihat posisi seseorang," ujar dia.

Terkait ledakan granat asap, ia menegaskan, ledakan tersebut hanya untuk memicu keluarnya asap sehingga sifatnya tidak melumpuhkan.

Granat asap bisa meledak bila dipicu adanya tekanan, jatuh, hingga panas.

"Jatuh, tekanan, panas bisa membuat granat asap meledak sendiri," ujar dia.

Hingga saat ini, TNI dan Polri masih melakukan investigasi terkait kepemilikan granat asap tersebut.

Granat asap biasa dipakai TNI saat latihan, tapi pada hari itu, tidak ada latihan yang memakai granat asap.

"Kami tidak tahu bagaimana prosesnya granat asap bisa sampai di sana (Monas, red)," ujar dia.

Apalagi dua korban yang terluka akibat ledakan ini belum bisa memberikan konfirmasi terkait kronologi kejadian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved