Bank Indonesia: Target Pertumbuhan Ekonomi Jateng 7 Persen Pekerjaan Besar Bersama

Bank Indonesia mengadakan pertemuan tahunan yang dihadiri oleh pejabat-pejabat penting, seperti Gubernur Jateng yang diwakili oleh Setda

Bank Indonesia: Target Pertumbuhan Ekonomi Jateng 7 Persen Pekerjaan Besar Bersama
Tribun Jateng/Desta
Bank Indonesia mengadakan pertemuan tahunan yang dihadiri oleh pejabat-pejabat penting, seperti Gubernur Jateng yang diwakili oleh Setda 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Indonesia mengadakan pertemuan tahunan yang dihadiri para pejabat penting, seperti Gubernur Jateng yang diwakili oleh Setda, pimpinan Perbankan, dan beberapa pengusaha.

Adapun yang menjadi fokus pada forum kali ini yaitu tantangan pertumbuhan ekonomi di Jateng 7 persen.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Soekowardojo mengatakan, pihaknya berupaya mencari sumber-sumber pertumbuhan baru dan mencari identifikasi apa yang menjadi hambatan pertumbuhan di Jateng.

"Kalau kita lihat, pertumbuhan Jateng triwulan tiga 5,66 persen, lalu triwulan dua 5,56 persen hasil tersebut diatas nasional. Tetapi untuk mencapai 7 persen itu merupakan lompatan luar biasa, maka ini merupakan pekerjaan besar kita bersama," ungkap Soekowardojo, pada Tribunjateng.com, Kamis (5/12/2019).

Soeko meyebut, Jateng merupakan satu provinsi yang memiliki kontribusi terhadap ekonomi nasional cukup besar.

Meskipun, juga masih memiliki banyak tantangan seperti masalah kemiskinan, pengangguran, dan lain-lain.

Sehingga ketika tantangan-tantangan ini teratasi, pertumbuhan nasional juga akan meningkat atau angka pengangguran turun. Maka ketika pertumbuhan di Jateng bisa mencapai 7 persen, mungkin nasional bisa bergerak diatas 5,5 persen atau menuju 6 persen.

"Beberapa upaya yang kami coba lakukan yaitu klusterisasi industri, sehingga lebih efisien, biaya logistik lebih murah, biaya juga lebih bisa ditekan karena terpusat di satu lokasi.

Sebut saja di KIK Kendal, diusulkan juga KIK Brebes, jadi kita harus mencari sumber-sumber pertumbuhan dan memang sementara ini sumber pertumbuhan ada di Pantura yaitu Brebes, Tegal, dan Demak," terangnya.

Hadir mewakili Gubernur Jateng, Asisten Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Jateng, Heru Setiadhie mengatakan, berulang kali Gubernur selalu mengajak kepala daerah seluruhnya di Jateng untuk melakukan minimal tigal hal, yaitu penyederhanaan perizinan (kecepatan), bagaimana infrastruktur ketersediaan, dan terkait lahan.

"Saya sepakat dengan pak Soeko, jangan hanya mengandalkan upah buruh, tapi betul-betul komitmen bahwa calon insvestor ada kenyamanan, kemudahan, dan kecepatan bagaimana proses-proses semuanya difasilitasi daerah.

Jadi paling tidak tiga hal kewilayanan, kecepatan, dan iklim kondusifitas yang harus segera direalisasikan," tegasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved