Bupati Wihaji : Bosda di Batang Tertinggi di Jateng, Jadi Rujukan Daerah Lain

Pemerintah Kabupaten Batang saat ini masih fokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Bupati Wihaji : Bosda di Batang Tertinggi di Jateng, Jadi Rujukan Daerah Lain
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji saat menjadi keynote speaker pada Seminar Guru Nasional di Hotel Sahid Mandarin, Kamis (5/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang saat ini masih fokus pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Bupati Batang Wihaji mengatakan peningkatan IPM harus dimulai dari pendidikan.

Maka harus ada peningkatan lama angka sekolah yang tentunya juga peningkatan kesejahteraan pendidikan non PNS melalui Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).

“Bosda kita nilainya sudah mencapai Rp 34 Miliar, yang di dalamnya sudah dialokasikan Bosda personalia, pada tahun 2020 untuk sementara masih utuh, namun kita berusaha ada kenaikan di Bosda personalia,” terangnya pada seminar guru nasional di Hotel Sahid Mandarin, Kamis (5/12/2019).

Dijelaskannya, untuk honor guru wiyata bhakti yang diambilkan dari Bosda personalia syaratnya harus sesuai dengan masa kerja dan jenjang pendididikan.

Asik, Wisatawan Bisa Jalan-jalan Pakai Motor Listrik di Kota Lama Semarang

Siswa SMK Muhammadiyah Kesesi Pekalongan Ciptakan Robot Tempat Sampah, Punya Sensor Pemindai

Peringati HUT ke-30, BPR Weleri Makmur Baksos di Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

Diversifikasi Pangan, Kadispertan Karanganyar : Jagung Pengganti Beras, Ubi Diolah Seperti Mocaf

"Kalau masa kerja di bawah 5 tahun mendapatkan honor Rp 500 Ribu perbulan, 5 sampai 10 tahun mendaptkan Rp 1,1 Juta dan diatas 10 tahun mendapatkan Rp 1,5 Juta," jelas Wihaji.

Disampaikannya, Bosda personalia memang untuk menggaji guru non PNS atau honorer sebagai perhatian kepedulian Pemkab.

Dan Kabupaten Batang nilai Bosda termasuk tertinggi sekarang di Jawa Tengah sehingga menjadi pusat rujukan daerah lain.

"Apalagi sekarang Gubernur Jawa Tengah meminta gaji guru honorer disetarakan dengan UMK," tandasnya.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Prof.Dr Unifah Rosidi. M.Pd merasa terkejut bahwa Bosda Kabupaten Batang yang anggarannya cukup tinggi.

"Saya sangat terkejut mendengar dari Bupati Wihaji Bosda Batang tertinggi, saya kira bupati memiliki prinsip dengan memberi makin melimpah rezekinya," ujarnya.

Menurutnya, memberi dan menerima yang dilakukan oleh Bupati harus disikapi arif dan bijaksana oleh para guru honorer untuk motivasi semangat mencerdaskan anak didiknya.

"Kalau sudah ada perhatian besar dari Pemerintah harus menunjukan perubahan di guru, kelas dan mendidik untuk menyiapkan generasi unggul dan berkualitas seperti amant menteri pendidikan," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved