Dewan Dukung Trans Semarang Terus Hubungkan Simpul-simpul Kota dengan Transportasi Massal

Danur menyebut, DPRD menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk operasional dan kesinambungan Trans Semarang kedepannya

Dewan Dukung Trans Semarang Terus Hubungkan Simpul-simpul Kota dengan Transportasi Massal
ISTIMEWA
BRT Trans Semarang Shelter Simpanglima 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang mengapresiasi langkah Trans Semarang yang terus melakukan penambahan rute.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto menilai, penambahan rute memang sangat diperlukan untuk menyambungkan seluruh simpul-simpul wilayah menuju pusat kota.

"Kami sangan menyupport adanya penambahan koridor dan feeder. Kami apresiasi karena Trans Semarang sangat respon keinginan masyarakat," tutur Danur, Kamis (5/12/2019).

Danur menyebut, DPRD menggelontorkan anggaran sekitar Rp 300 miliar untuk operasional dan kesinambungan Trans Semarang kedepannya.

Ia berharap, dana tersebut bisa digunakan semaksimal mungkin untuk menciptakan terobosan agar seluruh wilayah bisa terjangkau transportasi massal milik pemerintah ini.

"Kami ingin kedepan Trans Semarang bikin kajian terutama wilayah yang belum terjamah Trans Semarang," ujarnya.

Ia juga meminta Trans Semarang bisa mengajak diskusi Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang.

Diharapkan angkutan-angkutan umum di Kota Semarang dapat dimanfaatkan sebagai feeder ataupun penunjang feeder.

"Kami mendorong ada kajian khusus terkait angkutan-angkutan yang saat ini seperti hidup segan mati tak mau.

Diharapkan bisa disambungkan dengan Trans Semarang. Tentunya dengan standarisasi khusus agar fasilitasnya sama dengan BRT," jelasnya.

Ia juga meminta, Trans Semarang terus memperhatikan fasilitas bus agar selalu memadai. Jika bus sudah tidak layak, maka harus segera dilakukan peremajaan.

Sehingga, masyarakat akan terus merasa nyaman menggunakan transportasi massal itu.

"Kami berharap masyarakat juga menyambut baik adanya koridor dan feeder baru ini.

Karena sudah terkoneksi, masyarakat dapat memanfaatkan angkutan massal untuk meminimalisasi kemacetan," tambahnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved