PLN Diminta Tanggung Jawab, Bocah Tewas Tersengat Listrik, Rabu Malam di Rusun Penjaringan Jakarta

Orangtua bocah yang tewas karena tersengat arus listrik meminta pertanggungjawaban pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

PLN Diminta Tanggung Jawab, Bocah Tewas Tersengat Listrik, Rabu Malam di Rusun Penjaringan Jakarta
KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Jenazah GR (7), bocah korban tersengat listrik di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara dipulangkan ke rumah keluarga sebelum dimakamkan, Kamis (5/12/2019) petang. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Orangtua bocah yang tewas karena tersengat arus listrik meminta pertanggungjawaban pihak PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

GR (7), bocah yang tewas tersengat listrik PLN di kawasan Rusun Penjaringan, Jakarta Utara itu kini telah dibawa ke masjid terdekat, Kamis (5/11/2019) malam.

Jenazah GR tiba dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo diiringi rombongan keluarga korban.

Saat jenazah GR digotong menuju masjid, kedua orangtua GR yakni Sumitro dan Suhaeni tak kuasa menahan air matanya.

Bahkan Suhaeni sempat pingsan hingga dituntun oleh warga menuju kediamannya di Tanjung Wangi, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sementara Sumitro duduk bersimpuh di samping keranda jenazah anak semata wayangnya didampingi dua orang warga lain yang berusaha menguatkan dirinya.

Madrofik (64), paman dari GR mengatakan, pihak keluarga meminta PLN bertanggung jawab terhadap kasus tersebut.

"Kami minta bertanggung jawab pihak PLN."

"Jangan sampai terulang lagi, sama dari perusahaan, rumah susun," kata Mardofik kepada awak media.

Menurutnya, warga sama sekali tidak tahu bahwa di lokasi pembongkaran gedung rusun lama itu masih ada aliran listrik aktif yang bisa membahayakan nyawa.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved