Tren Penurunan IHSG Jadi Peluang Investasi di Bursa

Tren bearish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak selamanya buruk. Dalam kondisi itu, peluang mengoleksi saham bagus

Tren Penurunan IHSG Jadi Peluang Investasi di Bursa
thikstock via Kompas.com
Ilustrasi bursa 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tren bearish Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak selamanya buruk. Dalam kondisi itu, peluang mengoleksi saham bagus nan murah justru terbuka.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) misalnya. Saham itu menjadi satu yang dikoleksi investor asing. Hal itu tercermin dari aksi beli bersih (net buy) asing di BBCA yang mencapai Rp 1,76 triliun di pasar reguler.

Saham BBCA juga memberikan imbal hasil atau return cukup tinggi tahun ini. Harga sahamnya melesat 20,8 persen sejak awal tahun. Plus, karena bobotnya pada indeks besar, hal itu juga menjadi pendorong utama pergerakan indeks tahun ini.

Analis BCA Sekuritas, Achmad Yaki mengatakan, saat ini menjadi momen yang pas untuk masuk ke saham blue chip.

"Karena secara historis akan terjadi window dressing di Desember," ujarnya, Minggu (1/12).

Menurut dia, saham blue chip biasanya menjadi incaran saat window dressing. Selain itu, lazimnya kenaikan yang dimulai pada Desember bisa berlanjut ke Januari.

Pasalnya, ada January Effect yang terjadi di awal tahun. Ketika momen itu muncul, saham-saham blue chip kembali menjadi incaran.

Sudah murah

Rata-rata harga saham blue chip saat ini sudah cukup murah. "Kebanyakan blue chip masih murah, mengingat penurunan yang terjadi sepanjang tahun," jelas Yaki.

Sejumlah saham blue chip memang memiliki price to earning ratio (PER) di bawah IHSG. Satu di antaranya saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved