Warga di 158 Desa di Kabupaten Brebes Masih Buang Air Besar Sembarangan

Hal itu karena dari total 292 desa di Kabupaten Brebes, sebagian besar warganya masih buang air besar sembarangan

Warga di 158 Desa di Kabupaten Brebes Masih Buang Air Besar Sembarangan
Istimewa
Bupati Brebes, Idza Priyanti, dan Wakil Bupati Brebes, Narjo, menandatangani komitmen bersama menuju Brebes ODF Tahun 2020 di Pendopo Kabupaten, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Kabupaten Brebes hingga akhir 2019 ini belum terbebas dari buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF).

Hal itu karena dari total 292 desa di Kabupaten Brebes, sebagian besar warganya masih buang air besar sembarangan.

Dari data yang ada, baru 134 desa yang bebas ODF. Sedangkan sisanya yakni 158 desa, masih belum ODF. Dengan kata lain, warga di 158 desa tersebut masih buang air besar sembarangan.

"Kita sudah bebas ODF 134 desa, sedang yang belum ODF 158 desa. Ini perlu kita tuntaskan bersama sehingga permasalahan kesehatan terutama stunting bisa kita atasi juga," kata Bupati Brebes, dalam keterangannya, Kamis (5/12/2019).

Perilaku buang air besar sembarangan tersebut dikarenakan banyak masyarakat Brebes belum memiliki jamban. Karenanya, Idza mengajak kepada masyarakat Brebes yang belum memiliki jamban untuk segera membuat jamban keluarga.

Hal itu penting dilakukan agar pada 2020 mendatang, Kabupaten Brebes mencapai ODF atau stop buang air besar sembarangan. Sebagai langkah itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes menggelar deklarasi ODF dan penandatangan komitmen bersama menuju Brebes ODF Tahun 2020 yang digelar di Pendopo Kabupaten, Selasa (3/11/2019) kemarin.

Dikatakan Idza, ODF membutuhkan semangat dan dukungan bersama. Utamanya, di wilayah pedesaan yang masih belum memiliki pemahaman kalau buang air besar sembarangan itu tidak sehat dan mencemari lingkungan sekitar.

"Dengan percepatan ODF, maka 5 pilar sanitasi total berbasis masyarakat bisa diwujudkan. Maka dari itu, harus ada aksi nyata," tegasnya.

Kepala Dinkes Brebes, Sartono menambahkan, bahwa ODF merupakan program Menteri Kesehatan tentang strategi sanitasi berbasis masyarakat. Daerah yang berhasil melaksanakannya, mendapat pengakuan sebagai daerah yang menjaga hidup sehat dan bersih.

"Maka kami menargetkan 2020 tidak ada lagi orang Brebes yang buang air besar di sembarangan tempat," katanya optimis.

Sementara itu, Kasi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Jawa Tengah, Danny Setiawan mengungkapkan, ada 12 daerah di Jawa Tengah yang hingga kini telah bebas buang air besar sembarangan.

Deklarasi ODF perdana dilakukan Kabupaten Grobogan pada 2016. Selanjutnya 2017, ada empat daerah yang mendapat penilaian ODF, yakni Wonogiri, Karanganyar, Boyolali, dan Sukoharjo.

Pada 2018 bertambah tujuh daerah mendeklarasikan ODF, yakni Kota Semarang, Kota Solo, Kabupaten Semarang, Rembang, Sragen, Jepara, dan Kendal.

"Pada 2019 ini, sebanyak lima daerah yaitu Salatiga, Kudus,Klaten, Temanggung, dan Klaten sudah mendapat penilaian ODF," paparnya.

Ia berharap, 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah sudah menjadi wilayah ODF atau stop buang air besar sembarangan pada 2020. Target itu, diakuinya memerlukan perjuangan cukup berat karena masih banyak daerah yang belum ODF. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved