Horor Pintu Kamar Era Bupati Banjarnegara Soemitro Kolopaking Dibiarkan Selalu Tertutup

Soemitro adalah Bupati Banjarnegara yang mengalami tiga zaman berbeda, yakni pemerintahan kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang dan zaman Republik.

Horor Pintu Kamar Era Bupati Banjarnegara Soemitro Kolopaking Dibiarkan Selalu Tertutup
istimewa
Suasana kamar Soemitro Kolopaking di rumag dinas bupati Banjarnegara 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Kabupaten Banjarnegara di era sebelum kemerdekaan maupun sekarang tak lebih dari sebuah daerah pegunungan yang jauh dari kota besar.

Tetapi siapa sangka, daerah ini memunculkan tokoh pergerakan nasional yang ikut berperan dalam menyiapkan kemerdekaan Indonesia.

Dialah Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, aktivis pergerakan Perhimpunan Indonesia yang lahir di Papringan Banyumas.

Soemitro adalah Bupati Banjarnegara yang mengalami tiga zaman berbeda.

Yakni pemerintahan kolonialisme Belanda, pendudukan Jepang dan zaman Republik.

Soemitro Kolopaking juga anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) yang ikut melahirkan dasar negara Indonesia, Pancasila, pada akhir pendudukan Jepang.

Di masa kepemimpinannya sebagai bupati, dua even besar Syarekat Islam berlangsung di Banjarnegara.

Pada tahun1928, Banjarnegara menjadi tuan rumah kongres Sjarikat Islam Afdeling Pandoe (SIAP) yang dipimpin Haji Agus Salim.

Kemudian di tahun 1934, kabupaten ini kembali menjadi tuan rumah kongres nasional PSII yang terakhir dihadiri HOS Tjokroaminoto.

Jejak Soemitro Kolopaking pun masih membekas di rumah dinas Bupati Banjarnegara saat ini.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Daniel Ari Purnomo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved