Jeritan Warga Gusuran PT KAI di Tegal, Tagih Janji Pemkot Soal KPR

Kini ia masih menunggu janji DPRD dan Pemerintah Kota Tegal, yang menjanjikan hunian rumah subsidi atau kredit pemilikan rumah (KPR)

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Setelah rumahnya yang berada di atas tanah milik PT KAI Daop 4 digusur, Sutrisno (70) dan istrinya Temu (60), beserta kedua putrinya yang menjanda kini harus mengontrak.

Sutrisno khawatir kedua putri dan tiga cucunya lontang- lantung hingga ia memilih menggunakan uang kompensasi penggusuran untuk mengontrak Rp 6,5 juta per tahun.

Kini ia masih menunggu janji DPRD dan Pemerintah Kota Tegal, yang menjanjikan hunian rumah subsidi atau kredit pemilikan rumah (KPR).

Namun tiga bulan pasca penggusuran, tepatnya akhir September 2019, Sutrisno belum melihat kesungguhan Pemkot Tegal untuk mengusahakan rumah KPR.

Begitulah nasib warga gusuran PT KAI Daop 4 Semarang, yang berada di RW 7 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Dari 66 kartu keluarga (KK) warga gusuran, ada sekira 30 KK yang menantikan janji rumah KPR dari DPRD dan Pemkot Tegal.

"Ya menjanjikannya ada KPR, dengan DP Rp 7 juta. Saya menunggu. Tapi menunggu, menunggu, akhirnya menunggu saja. Tidak ada kepastian, kapan dan di mananya sampai hari ini," kata Sutrisno saat ditemui di kontrakannya, Jumat (6/12/2019).

Sutrisno mengatakan, ia pindah dari rumah yang digusur pada Senin (2/9/2019).

Dalam angan Sutrisno, tidak lama setelah digusur, ia akan segera menempati rumah KPR.

Ternyata salah, kini uang kompensasi dari dua rumahnya sebanyak Rp 32 juta, ia gunakan untuk mengontrak dan memenuhi kebutuhan sehari- hari.

Halaman
123
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved