Tutup Program KKN Mahasiswa, FPB UKSW Gelar Expo Teknologi Pertanian di Banyubiru Kabupaten Semarang

Dekan FPB Dr. Tinjung Mary Prihtanti mengatakan kegiatan ini untuk mengenalkan produk inovatif mahasiswanya

Tutup Program KKN Mahasiswa, FPB UKSW Gelar Expo Teknologi Pertanian di Banyubiru Kabupaten Semarang
Istimewa
Suasana Expo Teknologi Pertanian FPB UKSW Salatiga di halaman Kantor Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (7/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) UKSW Salatiga menggelar expo pertanian dirangkai dengan penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa di Desa Kebondowo, Kemambang dan Tagron di halaman Kantor Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Selasa (7/12/2019).

Dekan FPB Dr. Tinjung Mary Prihtanti mengatakan kegiatan ini untuk mengenalkan produk inovatif mahasiswanya. Lewat KKN, diharapkan mahasiswa dapat terjun langsung dalam kehidupan masyarakat.

“Mahasiswa juga bisa menganalisa permasalahan apa yang dihadapi masyarakat dan juga membantu mencari solusinya.

Total ada 127 mahasiswa terbagi menjadi 44 kelompok stand expo," terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Selasa (10/12/2019)

Camat Banyubiru Drs. Moh Nafis Mansyur mengapresiasi kegiatan KKN diwilayahnya.

Dia berharap ilmu yang sudah dibagikan mahasiswa kepada masyarakat dapat mengangkat sinergi untuk meningkatkan pemasaran serta agrowisata di Kecamatan Banyubiru.

“Apa yang sudah adik-adik mahasiswa lakukan, ilmu yang dibagikan sangat bermanfaat untuk mengangkat sinergi masyarakat sehingga proses pemasaran dimasyarakat semakin meningkat,” katanya

Koordinator studi ekskursi, magang dan KKN FPB UKSW Hendrik Johanes Nadadap mengungkapkan, Desa Kebondowo, Kemambang dan Tagron Kecamatan Banyubiru dipilih sebagai tempat KKN karena mayoritas masyarakat yang berada di desa tersebut berprofesi sebagai petani.

Melalui KKN diharapkan dapat melatih kerjasama mahasiswa dengan masyarakat, sehingga mereka mampu menerapkan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki serta melatih kepekaan terhadap permasalahan di lapangan.

"Selama mengikuti KKN mahasiswa FPB melakukan pendampingan kepada masyarakat berupa penyuluhan tentang pasca panen dan pemasaran serta membuat pupuk. Mereka juga membuat vertikal garden dan juga taman desa,” ujarnya

Pada expo kali ini menampilkan sejumlah produk inovatif alat pertanian, produk pupuk, dan pestisida.

Produk alat pertanian seprti alat siram tanaman otomatis atau OTO siram. Kelompok lain membuat alat yang diberi nama Asole atau alat sortir lele dari bahan baku bambu.

Kemudian sensor perangkap hama serangga memanfaatkan sendore LED, alat ini akan menyala disaat gelap dan mati ketika siang secara otomatis.

Ratna, warga Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru mengaku dapat banyak manfaat dari kegiatan ini. Dirinya menjadi tahu beragam inovasi produk alat pertanian.

“Kegiatan ini bagus, saya bisa tau inovasi yang ada. Bisa mendapatkan produk yang dibutuhkan seperti pupuk dan pestisida,”sebutnya. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved