Petugas Sampah di Kudus Protes Tak Dibayar, Camat Mejobo : Bukan Tanggung Jawab Pemerintah

Petugas pemungut sampah di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus mogok kerja karena upah pada Bulan November belum terbayar.

Petugas Sampah di Kudus Protes Tak Dibayar, Camat Mejobo : Bukan Tanggung Jawab Pemerintah
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Gerobak pemungut sampah yang diparkir di depan Balai Desa Temulus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Petugas pemungut sampah di Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus mogok kerja karena upah pada Bulan November belum terbayar.

Aksi mogok itu dilakukan dengan cara membawa gerobak sampah mereka ke depan balai desa setempat, Kamis (12/12/2019).

Salah satu petugas pemungut sampah, Sutiyo mengatakan, dia bersama tiga pemungut sampah lainnya meminta agar hak upah segera dibayarkan.

Pada bulan November, katanya, belum dibayar.

Harusnya, mereka menerima upah pada 10 Desember untuk kerja di bulan November.

"Kami sudah banyak mengeluarkan tenaga dan uang bensin untuk memungut sampah, selama sebulan kemarin.

Dan sekarang saya minta upah dibayarkan," kata Sutiyo.

Nekatnya Pengendara di Tegal, Petugas Sudah Pasang Water Barrier Malah Dipindahkan

DPD RI Minta Masyarakat Cermat Pilih Kepala Daerah yang Bersih

Isuzu Traga, Pionir Ekspor Produk Otomitif Light Truk Nasional, Ternyata Pakai Mesin Legendaris

Kreatif, Dinding Belakang SMA Negeri 1 Cepiring Dipercantik Pakai Mural

Menurut Sutiyo, mogok kerja ini dilakukan karena saat rapat yang digelar sehari sebelumnya tidak ada titik temu.

Bahkan, pengelola tidak akan menberikan upah kepada petugas pemungut sampah karena sedang masa transisi pergantian kepala desa.

Upah yang diterima oleh setiap pemungut sampah di permukiman warga Desa Temulus yakni sebesar Rp 1,7 juta per bulan.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved