Fendi : Mahasiswa Perlu Inovatif Merespons Bonus Demografi
Mahasiswa sebagai generasi milenial (generasi Y) perlu mendorong dirinya agar inovatif merespons bonus demografi.
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Mahasiswa sebagai generasi milenial (generasi Y) perlu mendorong dirinya agar inovatif merespons bonus demografi.
Kreativitas dalam unjuk karya perlu ditonjolkan.
Dalam hal ini, inovasi tidak melulu sesuatu yang berbasis teknologi, melainkan program kreatif hasil ide cemerlang.
Hal tersebut disampaikan M. Noor Effendi, satu di antara dua narasumber dalam seminar kepemudaan bertema "Mempersiapkan Generasi Muda yang Mempunyai SDM Unggul dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045", Sabtu (14/12/2019).
Seminar yang digelar di SMK NU Pati ini diprakarsai oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati dan diikuti sekira 40 peserta.
• Tinggal Sendirian, Nenek Berusia 100 Tahun di Karangmoncol Purbalingga Ditemukan Tak Bernyawa
"Selain mampu menciptakan inovasi, generasi milenial juga perlu menjaga integritas sebagai penegasan karakter.
Dengan integritas maka kedisiplinan dan profesionalisme dapat terjamin," tegas pria yang akrab disapa Fendi ini.
Menurutnya, untuk dapat berinovasi, generasi Y perlu diberi ruang untuk memaksimalkan potensinya.
"Sebab, karakteristik generasi ini yaitu tidak mau diatur tapi kreatif.
Ketika dikasih ruang, mereka akan ngegas
Dalam mengembangkan potensinya untuk berinovasi, lanjut Fendi, generasi milenial juga perlu memahami tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Menurutnya, peran kritis perlu diambil sebagai andil untuk memastikan SDGs tidak bias aplikasi.
Mengingat, pencapaian SDGs berpengaruh pada martabat bangsa.
Pada kesempatan tersebut, Fendi juga mengingatkan pentingnya bagi generasi milenial untuk menghindarkan diri dari pusaran hoaks.
"Mengingat, hoaks menjadi faktor penghambat inovasi.
Hoaks juga menyerap energi besar dan menjadikan bangsa tidak produktif.
Sejauh ini hoaks 'dihadirkan' dan digencarkan pihak-pihak yang tidak menginginkan bangsa ini bergerak maju.
Bisa jadi karena pertarungan politik dan ekonomi maupun ideologi," tandasnya. (Mazka Hauzan Naufal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/m-noor-effendi-tengah.jpg)