Dorong Pengembangan Wisata Heritage, UKSW Luncurkan Forum Heritage Kota Salatiga

UKSW secara resmi meluncurkan Forum Heritage Kota Salatiga (FHKS) di Resital Hall Kampus UKSW, Sabtu (14/12/2019).

Dorong Pengembangan Wisata Heritage, UKSW Luncurkan Forum Heritage Kota Salatiga
Istimewa
Penulis Daradjadi Gondodiprodjo menjadi pembicara dalam Forum Heritage Kota Salatiga (FHKS) di Resital Hall Kampus UKSW, Sabtu (14/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sebagai bentuk kepedulian terhadap potensi sejarah dan budaya Kota Salatiga yang dapat dikemas sebagai destinasi pariwisata heritage, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) secara resmi meluncurkan Forum Heritage Kota Salatiga (FHKS) di Resital Hall Kampus UKSW, Sabtu (14/12/2019).

Direktur Pengembangan dan Mobilisasi Sumber Daya UKSW, Dra Esthi Susanti Hudiono, mengatakan, FHKS nantinya secara periodik akan diisi pembahasan oleh para pakar heritage maupun peneliti yang turut meriset Kota Salatiga.

“Termasuk pembahasan tentang aspirasi pemerintah, legislatif, dan eksekutif, hingga tokoh masyarakat terhadap Kota Salatiga sekarang dan yang akan datang. Rencananya kegiatan forum ini diadakan sebulan sekali. Dalam setiap pertemuan nantinya akan ada yang mencatat hasil pertemuannya dan akan dibukukan,” terangnya, dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Senin (16/12/2019).

Menurut Esthi, FHKS diharapkan dapat mengembalikan martabat gedung Pakuwon tempat Perjanjian Salatiga berlanjut, mempahlawankan Kapitan Sepanjang, menjadikan Kota Salatiga sebagai kota penting pangeran Samber Nyawa.

Untuk mewujudkan Salatiga sebagai kota pariwisata heritage, lanjutnya, dalam setiap forum nantinya akan menghadirkan perwakilan akademisi dari UKSW, Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, dan masyarakat pemerhati.

“Peranan UKSW lebih kepada melakukan berbagai kajian dan mengawal jejaring seputar proses registrasi sejarah-budaya Salatiga pada lembaga-lembaga resmi terkait. Sedangkan Pemkot Salatiga akan menerbitkan kebijakan dan anggaran yang mendukung,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Salatiga juga diharapkan melakukan pengembangan usaha yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor heritage.

Karena, UKSW hanya akan bertindak sebagai fasilitator dan konsolidator, terutama dalam melakukan kajian-kajian sesuai beberapa program studi terkait, misalnya Program studi Pendidikan Sejarah, Program studi Destinasi Pariwisata, dan Program studi Seni musik.

“Prodi Pendidikan Sejarah akan terus menggiatkan kajian sejarah dan heritage yang ada di Kota Salatiga. Prodi Destinasi Pariwisata akan melakukan kajian tentang Destinasi Pariwisata yang potensial dan yang ada saat ini dan Prodi Seni Musik akan membuat kajian musik tradisional bernama Drumblek Salatiga. UKSW sendiri akan berdaya upaya untuk menjadi Destinasi Pariwisata heritage melalui pendirian museum yang berisi tokoh-tokoh dengan hasil sumbangsih pemikirannya untuk bangsa Indonesia,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, selain peluncuran FHKS juga dilangsungkan bedah buku ‘Geger Pacinan 1740-1743, Persekutuan Tionghoa-Jawa Melawan VOC’ karya K.R.M.H. Daradjadi Gondodiprodjo. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved