Breaking News:

Camera Trap Yang Dipasang Yayasan Konservasi Alam Nusantara Potret 13 Macan Tutul di Gunung Muria

Berdasarkan catatan YKAN, terakhir kali macan tutul di Pegunungan Muria muncul pada tiga bulan lalu.

Yayasan Konservasi Alam Nusantara
Macan tutul di kawasan hutan pegunungan Muria, Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kawasan hutan di Pegunungan Muria wilayah Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati, Jawa Tengah diidentifikasi menjadi habitat individu macan tutul jawa (Panthera pardus melas).

Aktivitas pergerakan spesies "kucing besar" yang terancam punah di Indonesia itu terdokumentasi oleh kamera trap yang terpasang di sejumlah titik dalam area studi seluas 53,32 kilometer persegi.

Stakeholder Engagement Manager Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Rudi Zapariza menyampaikan, 13 ekor macan tutul terekam kamera jebakan yang sengaja dipajang untuk memonitoring satwa liar di kawasan hutan di Pegunungan Muria.

Umumnya, kata dia, macan tutul berukuran 1 meter hingga 2 meter tersebut terlihat saat sore hingga malam hari.

Berdasarkan catatan YKAN, terakhir kali macan tutul di Pegunungan Muria muncul pada tiga bulan lalu.

Saat itu, terabadikan seekor induk betina beserta dua ekor anaknya tengah melintas di tengah hutan.

Dari rekaman itu, terdeteksi pula seekor macan tutul mengalami luka pada fisiknya.

"Terekam 13 ekor macan tutul di Pegunungan Muria."

"Ada seekor terluka entah karena apa. Keseluruhan berusia dewasa."

"Yang terakhir terlihat seekor betina dan dua ekor anaknya."

"Rata-rata macan tutul yang biasa kami sebut macan kumbang ini terlihat saat sore dan malam," kata Rudi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (17/12/2019).

YKAN mengajak masyarakat untuk melestarikan populasi macan tutul di kawasan hutan di Pegunungan Muria menyusul habitatnya dimungkinkan terganggu akibat pembukaan lahan terutama di kawasan lindung.

Selama ini, dalam kegiatan pendataan macan tutul di kawasan hutan di Pegunungan Muria, YKAN bekerjasama dengan Djarum Foundation dan Paguyuban Masyarakat Pelindung Hutan (PMPH).

"Kemungkinan banyak sekali, lebih dari 13 individu macan tutul."

"Sebarannya menyebutkan di Pegunungan Muria."

"Namun sementara kita pakai data 13 individu macan tutul."

"Kita tak bisa mengatakan populasinya menurun, hanya habitatnya terganggu akibat pembukaan lahan," ujar Rudi.

Dijelaskan Rudi, sejauh ini pihaknya belum pernah menemukan jejak adanya aktivitas perburuan macan tutul di kawasan hutan di Pegunungan Muria.

Hanya saja, sekitar 3 tahun lalu, tercatat ada seekor macan tutul yang memangsa ternak ke permukiman di kaki Pegunungan Muria wilayah Jepara mati dibunuh warga.

"Turun gunung karena kehabisan makanan."

"Kalau cerita perburuan macan tutul di Muria belum ada, yang ada itu di Jatim dan Jabar."

"Ayo masyarakat, kita semua lestarikan satwa langka ini dan jangan sampai punah," kata Rudi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 13 Macan Tutul Terekam Kamera "Trap" di Gunung Muria, Ada Betina dan 2 Anaknya

Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved