Bea Cukai Tanjung Emas

8.018 Liter MMEA Barang Kena Cukai Dimusnahkan

Sejumlah 10.596 botol dan 136 can Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berjenis beer dimusnahkan oleh Bea Cukai Tanjung Emas di Tempat Penimbunan

8.018 Liter MMEA Barang Kena Cukai Dimusnahkan
IST
Sejumlah 10.596 botol dan 136 can bir dimusnahkan Bea Cukai Tanjung Emas di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Rabu (11/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Sejumlah 10.596 botol dan 136 can minuman mengandung etil alkohol (MMEA) berjenis bir dimusnahkan Bea Cukai Tanjung Emas di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Rabu (11/12/2019).

Minuman dengan volume total 8.018 liter merupakan Barang Milik Negara Eks-Kepabeanan dan Cukai.

Barang Milik Negara yang dimusnahkan ini merupakan Barang Kena Cukai (BKC) yang tidak mendapatkan kuota impor pada tahun 2018 sesuai dengan kebijakan Kementerian Perdagangan.

Hal ini terkait karakteristik Barang Kena Cukai yang peredarannya perlu dibatasi dan diawasi.

Sejumlah 10.596 botol dan 136 can Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) berjenis beer  dimusnahkan oleh Bea Cukai Tanjung Emas di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Rabu (11/12/2019).
Sejumlah 10.596 botol dan 136 can bir dimusnahkan Bea Cukai Tanjung Emas di Tempat Penimbunan Pabean (TPP), Rabu (11/12/2019). (IST)

Sehingga perusahaan yang bergerak dalam proses bisnis impor MMEA harus sesuai dengan kuota impor yang telah ditetapkan.

Undang-Undang Cukai telah mengatur ketentuan terkait produksi hingga konsumsi BKC yang diperbolehkan, termasuk dalam hal BKC impor.

“Walaupun instrumen yang menyumbang  penerimaan negara, cukai harus dijaga peredaran dan konsumsinya, sehingga pemakaiannya dan peredarannya harus dikendalikan untuk meminimalisir timbulnya efek negatif, baik terkait lingkungan maupun kesehatan masyarakat,” ungkap Tjertja Karja Adil, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas.

Pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Menteri Keuangan nomor : S-228/MK.6/WKN.09/KNL.01/2019 tanggal 26 November 2019 hal Persetujuan Pemusnahan Barang Yang menjadi Milik Negara pada KPPBC TMP Tanjung Emas.

Kegiatan ini dihadiri beberapa pengusaha Tempat Penimbunan Swasta (TPS) dan perwakilan dari pemilik barang.

Sebagai community protector, Bea Cukai terus menerus mengawasi peredaran Barang Kena Cukai di masyarakat.

Diharapkan dengan pemusnahan ini bahwa Bea Cukai bertanggung jawab untuk menindaklanjuti barang yang impornya tidak sesuai dengan ketentuan.

Sehingga perusahaan yang bergerak di bisnis impor BKC dapat mematuhi peraturan yang berlaku. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved