Mundjirin Minta Para Kades Saling Berkoordinasi dalam Perencanaan Pembangunan

Bupati Semarang, Mundjirin, mengingatkan para kepala desa (Kades) untuk berkoordinasi dengan desa sekitar saat merencanakan program pembangunan.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: M Syofri Kurniawan
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Bupati Semarang, Mundjirin, membuka Festival Dana Desa 2019 Kabupaten Semarang di Tennis Indoor Gelanggang Olahraga Pandanaran Wujil Bergas, Kabupaten Semarang ,Rabu (18/12/2019) siang. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin, mengingatkan para kepala desa (Kades) untuk berkoordinasi dengan desa sekitar saat merencanakan program pembangunan.

Hal tersebut ia sampaikan ketika membuka Festival Dana Desa (FDD) 2019 Kabupaten Semarang di Tennis Indoor Gelanggang Olahraga Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (18/12/2019) siang.

"Pada para kepala desa agar dapat menjalin kerja sama saat merencanakan program pembangunan karena jumlah dana desa sangat besar dan agar kegiatan yang dilaksanakan bisa terpadu dan berdampak luas," terangnya.

Da juga meminta para kades untuk mempertimbangkan proses pembangunan, agar tidak hanya berdampak pada daerah yang dipimpinnya, namun bisa berdampak pada desa di sekitarnya.

Dengan menjalin koordinasi dan bekerja sama dengan desa tetangga dalam pengelolaan dana desa dan pengembangannya, diharapkan pembangunan dapat terpadu, terarah, dan memiliki dampak yang lebih luas.

Pada kesempatan FDD tersebut, Mundjirin berharap hal tersebut dapat menjadi wahan menjalin kerja sama dengan desa lain dan saling berbagi informasi terkait potensi dan inovasi desa.

"Dana desa dikucurkan pemerintah pusat untuk menjadikan desa mandiri. Melalui kerja sama dan komunikasi antara pemerintah desa, saya harap masing-masing desa dapat mengembangkan potensi lokal mereka dan memasarkan di desa sekitar," tambahnya.

Melalui pengembangan tersebut, ia berharap akan tercipta kawasan ekonomi produktif yang mencakup beberapa desa di dalamnya.

Selain itu, tujuan penyaluran dana desa agar desa dapat bergerak kreatif dan semakin sejahtera.

Mundjirin menjelaskan, penyerapan dana desa 2019 di Kabupaten Semarang belum setinggi daerah lainnya.

Berdasarkan catatan yang ia miliki, hingga November 2019 penyerapan dana desa baru mencapai 60 persen dari total dana senilai lebih dari Rp 181 miliar.

Menurutnya, angka tersebut lebih kecil dibandingkan dengan beberapa kabupaten lainnya di Jawa Tengah yang telah mencapai 85 persen.

"Melalui kerja sama dan berbagi kegiatan antardesa, kami berharap serapan dana desa akan terus meningkat dan harapannya bisa mencapai 90 persen pada akhir tahun ini," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut hadir pula Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pendapatan dan Transfer Dana Desa Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintah Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Rahayu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved