Ibu Rumah Tangga di Kota Semarang Tidak Perlu Keluar Rumah untuk Menghasilkan Uang, Begini Caranya

Business and Export Development Organization (BEDO) bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang menggelar workshop UMKM.

Ibu Rumah Tangga di Kota Semarang Tidak Perlu Keluar Rumah untuk Menghasilkan Uang, Begini Caranya
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Sebanyak 76 UMKM mengikuti proses kurasi yang dilakukan BEDO di Gedung PKK Kota Semarang, Kamis (19/12/2019). Dari jumah tersebut akan dipilih 30 UMKM untuk mengikuti workshop sekaligus pendampingan yang didanai CSR PT HM Sampoerna. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Business and Export Development Organization (BEDO) bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang berencana menggelar workshop dan pendampingan bagi UMKM khususnya bidang makanan khas keluarga.

Sebanyak 76 UMKM mengikuti proses kurasi yang dilakukan BEDO di Gedung PKK Kota Semarang, Kamis (19/12/2019).

Dari jumah tersebut akan dipilih 30 UMKM untuk mengikuti workshop sekaligus pendampingan yang didanai CSR PT HM Sampoerna.

"Yang ingin kami angkat, para ibu-ibu rumah tangga. Mereka tidak perlu keluar rumah untuk bisa menghasilkan uang," kata Program Manager BEDO, Hanung.

Selepas workshop dan pendampingan, mereka harus membuat rencana aksi sesuai materi yang telah didapatkan. Kemudian, pihaknya akan memilih 15 peserta terbaik.

"Setelah dapat materi, harus bikin rencana aksi. Nanti kami akan pilih 5 terbaik yang akan melanjutkan program pelatihan selama enam bulan," tambahnya.

Selain itu, mereka juga akan mendapatkan bantuan alat dapur untuk menunjang pengembangan bisnis sekaligus akan dipromosikan sehingga UMKM tersebut dapat dikenal masyarakat.

Rangkaian program pelatihan selama 6 bulan akan ditutup dengan festival kuliner di kota Semarang, melibatkan seluruh peserta. Ia berharap, seluruh peserta tidak hanya berjualan pada festival kuliner, tetapi juga memperkenalkan masakan-masakan khas kota Semarang kepada masyarakat dan dapat berjejaring antar peserta.

"Team CSR PT. HM Sampoerna akan terus mendukung untuk para UKM, bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat dan tentunya difasilitasi oleh team trainer dari BEDO," katanya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, FX Bambang Suranggono menyambut baik program CSR yang diberikan PT HM Sampoerna yang dilaksanakan oleh BEDO. Menurutnya, program ini akan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk mengeksplor potensi masakan rumah tangga.

"Harapannya setelah ini pelaku UMKM mempunyai produk keluarga yang bisa dijual bahkan bisa menambah pasar pariwisata," tuturnya.

Bambang menyebutkan, ada 17.241 UMKM yangbsudah tercatat resmi memikiki e-UMKM. Menurutnya ada 50 ribu potensi UMKM di Kota Semarang. Pihaknya pun akan terus mendorong UMKM untuk mendaftarkan izin melalui online single submission (OSS).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rival al-manaf
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved