Breaking News:

Natal dan Tahun Baru, KPwBI Jateng dengan Perbankan Sediakan 56 Titik Layanan Penukaran Uang

Terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil masing-masing sebesar Rp 3,3 triliun dan Rp 100 miliar

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Foto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Soekowardojo, bersama jajaran perbankan dalam acara peresmian kegaiatan penukaran uang bersama menghadapi Nataru, Kamis (19/12). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020, KpwBI Provinsi Jawa Tengah memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang kartal (kertas dan logam), sesuai pola musiman.

Khusus periode Natal dan Tahun Baru 2020, KpwBI Provinsi Jawa Tengah memperkirakan kebutuhan uang tunai mengalami peningkatan hingga mencapai Rp 211 miliar atau meningkat 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil masing-masing sebesar Rp 3,3 triliun dan Rp 100 miliar.

Hal ini menunjukkan adanya peningkatan di sektor perekonomian baik di skala kota/ kabupaten/ provinsi maupun nasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Soekowardojo menuturkan, dalam rangka memenuhi kebutuhan uang rupiah dengan jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar kepada masyarakat baik Uang Pecahan Besar (UPB) maupun Uang Pecahan Kecil (UPK), pihaknya telah bersinergi dengan perbankan memberikan layanan prima kepada masyarakat menjelang periode Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kegiatan yang mengambil tema “Rupiah, Sahabat Untuk Semua” dilakukan dengan layanan penukaran melalui 56 Perbankan di wilayah kerja KPwBI Provinsi Jawa Tengah, dan diimplementasikan ke seluruh kantor cabang maupun kantor cabang pembantu.

"Untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY, kami telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp 6,8 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun baru 2020, mengalami peningkatan sebesar Rp 200 miliar atau 2,9% dari tahun lalu.

Di wilayah kerja KPwBI Provinsi Jateng, kami menyiapkan uang tunai sebesar Rp 3,4 triliun," jelas Soeko, dalam siaran pers tertulis, Kamis (19/12).

Untuk memastikan kegiatan transaksi non tunai berjalan dengan lancar dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, KpwBI Provinsi Jawa Tengah juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran non tunai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS), dan Sistem Kliring Nasional Indonesia (SKNBI).

KPwBI Provinsi Jawa Tengah telah melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur, guna memastikan terselengaranya layangan sistem pembayaran secara aman, lancar, dan efisien, khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi pada akhir tahun.

KPwBI Provinsi Jawa Tengah juga terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran, guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.

"Secara Nasional, Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp 105 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seluruh Indonesia, menjelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Untuk itu, Bank Indonesia menyediakan 1414 titik layanan penukaran uang di seluruh wilayah NKRI, termasuk di daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Terpencil)," pungkasnya. (dta)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved