Breaking News:

Pria Asal Semarang Ini Ditangkap Polisi, Kapolres Salatiga: Dia Jual Obat Penenang Secara Ilegal

Tersangka Aji Wahyu Priastama (26) mengaku nekat menjual obat terlarang tersebut lantaran diminta oleh seseorang untuk bertemu pembeli di Salatiga.

TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono gelar perkara kasus pelanggaran melanggar Pasal 62 subsider Pasal 60 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika di Mapolres Salatiga, Jumat (20/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Aji Wahyu Priastama (26) warga Kampung Margorejo Timur RT 04 RW 05, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang harus berurusan dengan Satresnarkoba Polres Salatiga lantaran menjual obat terlarang.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan, tersangka terbukti melanggar Pasal 62 subsider Pasal 60 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.

"Dari pengakuan tersangka, mendapatkan obat penenang dari seorang penjual di Kota Semarang."

"Sepengetahuan kami obat yang disita sejenis penenang," terangnya kepada Tribunjateng.com di Mapolresta Salatiga, Jumat (20/12/2019).

Menurut AKBP Gatot, tersangka ditangkap pada Minggu 17 November 2019 sekira pukul 19.00 di depan Indomaret Jalan Fatmawati Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Ia menambahkan, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan masyarakat terkait adanya rencana transaksi jual beli obat terlarang.

Setelah dilakukan pemantauan sesuai titik lokasi informan petugas mendapati seorang laki-laki kemudian dilakukan penangkapan.

"Setiap obat jenis riklona dan alprazolam yang diduga psikotropika dijual setiap satu strip berisikan 10 butir pil dihargai Rp 1 juta."

"Pengakuan tersangka baru menjual sekali. Kalau kami tilik kemasan mestinya obat ini dikeluarkan dengan resep dokter," katanya.

Dikatakannya, dari hasil pengungkapan kasus tersebut petugas menyita barang bukti berupa sebungkus obat alprizolam dan dua bungkus Riklona masing-masing berisikan 100 butir.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved