Serahkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas, Mundjirin: Jangan Dipakai Untuk Beli Pulsa!

Bupati Semarang, Mundjirin, menyerahkan bantuan peralatan kerja kepada 62 penyandang disabilitas.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: M Syofri Kurniawan
ISTIMEWA
Penyerahan bantuan alat bantu kerja bagi penyandang disabilitas di Kantor Kecamatan Bawen, Jumat (20/12/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Bupati Semarang, Mundjirin, menyerahkan bantuan peralatan kerja kepada 62 penyandang disabilitas.

Pemberian bantuan peralatan kerja tersebut diharapkan dapat membantu para penyandang disabilitas untuk memperlancar pekerjaan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Dalam acara Penyerahan Bantuan Alat Bantu Kerja Bagi Penyandang Disabilitas Kabupaten Semarang 2019 di Kantor Kecamatan Bawen, Jumat (20/12/2019) pagi, ia berpesan agar para penerima bantuan memanfaatkannya dengan baik.

"Jangan dipakai untuk membeli pulsa atau belanja-belanja yang tidak perlu. Jangan dipakai untuk hal konsumtif," pesannya.

Pemberian bantuan tersebut dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang melalui Dinas Sosial (Dinsos).

Kepala Dinsos Kabupaten Semarang, Gunadi, menyatakan, selain pemberian bantuan bagi penyandang disabilitas, juga diserahkan bantuan kepada warga penyandang risiko sosial karena bencana alam, penyakit kronis, dan alasan darurat lainnya.

Total terdapat 239 warga yang mendapatkan bantuan risiko sosial.

"Bantuan harus secepatnya diberikan pada warga agar tidak menjadi masalah sosial di masyarakat," ujarnya.

Gunadi menambahkan, pihaknya berencana menyiapkan dana bantuan bagi para penyandang risiko sosial pada 2020 mendatang.

Menurutnya, pemberian bantuan tersebut nantinya menjadi cadangan strategis mengingat adanya potensi bencana alam, kebakaran, sakit kronis, atau hal lainnya.

Adapun bantuan jaring pengaman sosial dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi (Pemprov) ditujukan pada warga kurang mampu yang berkategori absolut atau benar-benar tidak mampu.

Berbeda dengan bantuan warga risiko sosial yang mengalami ketidakmampuan karena faktor situasi atau keadaan.

Ia mencontohkan, bila terdapat warga yang merupakan kepala keluarga mendadak mengalami kecelakaan yang membuatnya lumpuh sehingga tidak dapat lagi bekerja seperti sedia kala, justru berpotensi menjadi tanggungan keluarga karena tidak lagi mandiri.

Padahal dalam keluarga tersebut terdapat istri atau pasangan yang tidak bisa langsung bekerja dan memiliki penghasilan untuk keluarga, ditambah memiliki anak yang masih usia sekolah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved