Breaking News:

Pemkab Usulkan Jembatan Timbang Subah Dipindah Dekat Exit Tol Kandeman

Mereka kemudian masuk jalan Tol Kandeman atau sebaliknya untuk menghindari jembatan timbang.

Istimewa
Angkutan barang berupa truk melintasi jembatan timbang untuk pemeriksaan over dimension over loading (ODOL) di Jembatan Timbang UPPKB Tanjung, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG -- Pemerintah Kabupaten Batang mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan untuk memindahkan Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang di Subah ke lokasi lebih strategis. Di antaranya, ke lokasi dekat exit Tol Kandeman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat Kabupaten Batang Ketut Mariadji mengatakan, selama ini, truk bermuatan lebih dari batas kewajaran atau over tonase melenggang bebas melewati jalan nasional Pantai Utara (Pantura).

Mereka kemudian masuk jalan Tol Kandeman atau sebaliknya untuk menghindari jembatan timbang.

"Dampaknya, jalan pantura cepat rusak. Saya kira, ini tugas dan fungsi jembatan timbang yang kurang optimal karena truk bermuatan melebih batas tonase tetap melaju di jalur pantura," katanya di Batang, Jumat (20/12).

Ia mengatakan, pemkab mendesak pada Kementerian Perhubungan agar permasalahan tersebut segera diselesaikan, baik di tingkat provinsi maupun pusat. Dengan begitu, kondisi jalan pantura tetap dalam kondisi baik dan bertahan lama.

"Entah permasalahan ini ada pada tahap mana, apakah dari jembatan timbangnya atau kenakalan sopir truk karena saya sering melihat banyak truk bermuatan melebihi batas tonase sengaja masuk pintu tol Weleri, Kabupaten Kendal, dan keluar dari exit Tol Kandeman atau exit Tol Grosir Setono, Kota Pekalongan," katanya.

Ketut berpendapat, lokasi jembatan timbang Subah perlu dipindah karena keberadaan tidak lagi stragtegis dan tidak lagi optimal sejak adanya jalur Tol Trans Jawa.

"Jika bisa dipindah setelah keluar dari pintu Exit Tol Kandeman. Di sekitar situ (exit Tol Kandeman) ada tanah milik Provinsi Jateng yang luasnya sekitar 5 hektare dan kondisi lebih cocok dibanding lokasi yang saat ini di Subah," katanya. (ant/ira)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved