Breaking News:

Antusiasme Warga Temanggung Saksikan Srawung Manggung, Tak Beranjak hingga Pukul 01.00

Antusiasme masyarakat Kabupaten Temanggung, menyaksikan pementasan kesenian tradisional pada hari terakhir 'Srawung Manggung', Sabtu (21/12/2019)

Tribun Jateng/yayan
Atraksi anak-anak Dusun Growo, Desa Danupayan, Kecamatan Bulu, Temanggung, saat pementasan Warokan Cilik, dalam gelaran Srawung Manggung, di kampung setempat, Sabtu (21/12/2019) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Antusiasme masyarakat Kabupaten Temanggung, menyaksikan pementasan kesenian tradisional pada hari terakhir 'Srawung Manggung', Sabtu (21/12/2019) malam, di Dusun Growo, Desa Danupayan‎, Kecamatan Bulu, begitu luar biasa.

Para penonton tak beranjak dari area pementasan hingga acara selesai pada Minggu (22/12/2019) dini hari, sekitar pukul 01.00.

Tak hanya disesaki orang dewasa maupun remaja, anak-anak usia awal sekolah‎ dasar (SD) pun turut berjejal.

Rasa kantuk seolah tak menghinggapi mereka hingga pementasan rampung.

Anak-anak itu pun tak kalah antusias dengan penonton dewasa.

"Senang lihatnya, bagus. Pulangnya nunggu selesai dulu," kata seorang penonton cilik, Ali Gofar (9)‎.

Gelaran Srawung Manggung pada hari terakhir dibuka oleh pementasan ‎Warokan Cilik dari kelompok kesenian dusun setempat.

Lalu, pentas Dayaan Putri, Turonggo Setyo Utomo, dan ditutup dengan Kuda Kepang Ngesti Budoyo dari Desa Jragan, Kecamatan Tembarak, Temanggung.

"Saya senang dengan kesenian, besok pengen jadi penari topeng ireng," ujar seorang penonto cilik lain, Laili Ramadhani (10).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Temanggung, R Heri Ibnu Wibowo atau akarab disapa Mas Bowo,  Penjabat (Pj) Sekda Temanggung, Budi Santoso, dan sejumlah pejabat lain di Kota Tembakau.

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved