Liga 1 2019

Bek PSIS Semarang Sebut Kemenangan Bhayangkara FC hanya Faktor Keberuntungan

PSIS Semarang gagal menutup kompetisi Liga 1 2019 dengan happy ending setelah dikalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-3 di Stadion Moch Soebroto, Mage

Bek PSIS Semarang Sebut Kemenangan Bhayangkara FC hanya Faktor Keberuntungan
Tribun Jateng/Franciskus Ariel
Aksi Safrudin Tahar mencoba melepaskan tendangan dari luar kotak penalti ke gawang Bhayangkara FC dalam lanjutan kompetisi Liga 1 pekan ke 34 di Stadion Moch Soebroto Magelang, Sabtu (21/12/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - PSIS Semarang gagal menutup kompetisi Liga 1 2019 dengan happy ending setelah dikalahkan Bhayangkara FC dengan skor 2-3 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (21/12/2019).

Adapun, dua gol PSIS pada laga ini dicetak Jonathan Cantillana menit ke 13, dan 16.

Sementara tiga gol Bhayangkara FC dicetak Anderson Salles pada menit ke 8, Sani Rizki Fauzi menit ke 41, dan Bruno Matos menit ke 47.

Dengan hasil ini PSIS mengumpulkan 43 poin dalam kiprahnya di kompetisi Liga 1 musim ini.

Koleksi ini dipastikan sudah tidak akan membuat PSIS melaju ke posisi delapan besar. Saat ini posisi PSIS terperosok ke posisi 13 di papan klasemen sementara.

Seusai laga, bek PSIS Semarang, Safrudin Tahar mengatakan timnya kurang beruntung dalam laga ini.

Sebab, Tahar mengatakan timnya sebetulnya sudah bermain sesuai arahan pelatih, bahkan ada sejumlah peluang emas lahir dalam laga ini namun gagal berbuah gol.

"Ya sesuai dengan hasil meeting kami sebelum pertandingan, coach bilang apa yang terjadi, pertandingan yang tadi hanya hal keberuntungan saja yang tak berpihak kepada kami sehingga kami kalah," kata Tahar.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah mengatakan ia tetap mengapresiasi perjuangan timnya kendati tak diperkuat sejumlah pemain inti seperti Bruno Silva dan Wallace Costa Alves.

"Yang pasti saya respek kepada pemain saya, walaupun istilahnya lokalan, kami melawan tim yang notabene banyak pemain asing," ungkap Banur, demikian sapaan Bambang Nurdiansyah dalam jumpa pers pasca laga kontra Bhayangkara FC.

Menurut Banur, permainan PSIS sebetulnya lebih baik. Hanya saja, ketika Bhayangkara FC mendapat peluang, kesempatan itu dimaksimalkan dengan baik.

Kata Banur, barisan depan Bhayangkara FC memiliki naluri dan insting tajam dalam mencetak gol.

"Dan kalau dilihat permainan justru kita lebih bagus dari Bhayangkara, cuma Bhayangkara ini depannya pembunuh semua. Ketika ada peluang gol, dua gol tendangan bebas. Kami ciptalan banyak peluang tapi kami belum beruntung. Bisa dilihat peluang tercipta banyak," katanya.

"Tetapi terlepas dari itu semua saya respek terhadap pemain saya. Mereka luar biasa walaupun tanpa pemain asing, kecuali Jonathan," tandas Banur.(*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved