Opini
OPINI Erine Octalia : Jateng Gadis Seksi bagi Investor
Jawa Tengah kini menjadi incaran bagi para investor dunia. Ketersediaan lahan, penetapan upah, infrastruktur, hingga iklim investasi
Oleh Erine Octalia
Mahasiswa Magister Sains Psikologi, Unika Soegijapranata.
Jawa Tengah kini menjadi incaran bagi para investor dunia. Ketersediaan lahan, penetapan upah, infrastruktur, hingga iklim investasi dan jaminan keamanan yang kondusif menjadi alasan para investor tertarik tanam modal di Jawa Tengah.Terbukti, triwulan I hingga III tahun 2019 Jawa Tengah mencatat realisasi investasi sebesar Rp 47,24 triliun.
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat 59 investor dari China dikabarkan akan merelokasikan perusahaannya dari luar masukke Jawa Tengah. Selain perusahaan dari luar Indonesia, 140 perusahaan dari Jawa Barat pindah ke Jawa Tengah karena berbagai faktor.
Suasana yang kondusif baik dari segi keamanan dan politik dianggap menjadi salah satu daya tarik investor untuk merelokasi perusahaannya. Data dari databoboks.katadata.co.id terungkap jumlah investor pada tahun 2018 mencapai 38.940 orang. Sementara target BEI pada tahun 2019 naik 15 ribu investor.
Dan hingga Juni 2019 tercatatinvestor sudah mencapai 6.900diperkirakan masih akan terus meningkat. Jumlah tersebut tersebar di 15 kabupaten/kota jangkauanBEI Semarang.
Investor melihat adanya peluang yang besar dan peningkatan nilai investasi di Jawa Tengah. Nilai investasi di Jawa Tengah tahun 2015 hingga tahun 2019 mencapai Rp 211,19 triliun terdiri dari investasi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 110,85 triliun dengan 4.964 proyek yang menyerap 335.735 tenaga kerja.
Adapula Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 100,34 dengan 7.121 proyek yang menyerap 221.071 tenaga kerja. Hal ini memperlihatkan capaian yang baik bagi Jawa Tengah dalam sektor investasi untuk jangka panjang.
Investor terbanyak yang datang ke Jawa Tengah untuk berinvestasi adalah kaum milenial, investor yang berusia 18-25 tahun mencapai 25.411 orang yang membuka investasi baru di Jawa Tengah sehingga diperkirakan perusahaan yang berada di Jawa Tengah adalah perusahaan manufaktur dan pariwisata.Disamping itu, salah satu alasan para investor baru datang ke Jawa Tengah karena melihat kinerja para buruh di Jawa Tengah yang baik. Telaten, patuh, mudah menerima, dan tidak aneh-aneh adalah sifat buruh di Jawa Tengah.
Sifat itulah yang membuat daya tarik bagi para investor untuk membuka investasi baru dan mempekerjakan parah buruh Jawa Tengah di perusahaannya. Karena harapannya dengan memiliki para pekerja dengan sifat tersebut akan mempermudah kemajuan perusahaan para investor.
Disamping itu dengan banyaknya investor yang datang maka akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di Jawa Tengah. Terbukti sesuai data dari nasionalxpos.co.id hingga triwulan I-III tahun 2019, sebanyak 71.639 pengangguran berhasil diserap bekerja di sejumlah perusahaan.
Mengutip data dari cnbcindonesia.com mengenai banyakburuh yang berasal dari Jawa Tengah bekerja di Jawa Barat terlihat kembali ke Jawa Tengah dengan alasan upah yang diberikan tidak mencukupi.
Hal ini dikarenakan upah yang diberikan adalah upah dengan standart UMK Jawa Barat sehingga banyak yang memutuskan untuk kembali dan bekerja di Jawa Tengah. Upah yang ditetapkan di Jawa Tengah menjadi hal yang cukup disoroti bagi para buruh dalam mempertimbangkan hidupnya.
Gubernur Jawa Tengah, Bapak Ganjar Pranowo telah menetapkan upah yang akan berlaku di tahun 2020. Kota Semarang menjadi kota dengan jumlah upah tertinggi yaitu 2.715.000 sedangkan Kabupaten Banjarnegara menjadi kota dengan upah terendah yaitu 1.748.000. Rata-rata kenaikan jumlah UMK di Jawa tengah mencapai 8,57 persen.
Selain upah, Jawa Tengah juga memiliki pelayanan dan perizinan yang baik dengan prinsip “mudah, murah, dan cepat”. Pelayanan perizinan di Jawa Tengah terbaik dengan meraih peringkat pertama penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Terbaik se-Indonesia dalam acara Investment Award 2018.
Pelayanan perizinan di Jawa Tengah berusaha membuka sikap fleksibilitas yang pro-investasi dimana hasilnya terlihat dapat bergerak dan berkembang secepat ini. Perekonomian Jawa Tengah semakin dipandang baik bagi para investor untuk membuka investasi mapun melakukan relokasi perusahaannya. Beberapa daerah yang banyak dituju oleh para investor asing adalah Kabupaten Jepara, Kabupaten Batang, Kota Semarang, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Grobogan.
Pemerintah Jawa Tengah perlu mempersiapkan beberapa hal supaya iklim investasi tetap terjaga dengan baik. Pertama, saat banyak para perusahaan baru di Jawa Tengah akan banyak buruh atau pekerja. Maka perlu antisipasi supaya buruh tidak bergejolak dan pembinaan hubungan industrial yang baik.
Demo atau bahkan buruh mogok menjadi hal yang tidak disukai pengusaha, bisa mengurangi produktivitas. Kedua, pemerintah harus mempermudah perizinan, mempersingkat alur birokrasi dan jangan berbelit-belit. Ketiga, ketika para investor terlalu fokus terhadap perkembangan dan persaingan antar investor satu dengan yang lain maka hubungan investor dengan para pekerjanya juga tidak berjalan baik. Padahal ada istilah Perusahaan yang baik adalah perusahaan memiliki hubungan yang baik antara pemilik perusahaan dengan pekerjanya.
Hal tersebut harus diperhatikan oleh para investor yang membuka investasi baru di Jawa Tengah serta harus diperhatikan pula oleh Pemerintah Jawa Tengah sendiri. Setidaknya perkiraan permasalahan yang akan terjadi harus diantisipasi. Jangan sampai ketika perekonomian Jawa Tengah yang sudah dicapai sejauh ini akan mengalami kemerosotan dengan alasan hal-hal kecil yang akan berdampak besar.
Jawa Tengah sedang menjadi gadis seksi bagi investor. Hal ini yang menjadi perhatian Provinsi Jawa Tengah bisa menjaga kestabilan keamanan dan menjaga iklim investasi. Mempertahanakan UMK menjadi salah satu daya tarik para investor supaya membuka investasi baru dan memberikan peluang kerjabagi para buruh yang ingin bekerja di Jawa Tengah. Jaminan tingkat keamanan dengan zero crime dan tidak adanya demo/rusuh menjadi penguat mempertahankan laju perekonomian Jawa Tengah.
Selain jaminan tingkat keamanan di Jawa Tengah, akses dan fasilitas ekspor juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Hal itu menjadi kebutuhan mendasar bagi kelancaran kegiatan ekonomi. Hubungan yang dijalin dengan baik antara investor secara eksternal dan internal antar pemerintah dan buruh dengan jaminan yang sesuai.
Pada dasarnya buruh yang bekerja dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula bagi para investor di Jawa Tengah. Harapannya ketika laju perekonomian di Jawa Tengah dapat meningkat dengan baik maka hasil dari kemajuan tersebut juga akan memberikan efek bagi masa depan yang jelas bagi masyarakat khususnya di Jawa Tengah. Tingkatpengangguran pun akan semakin berkurang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/erine-octalia.jpg)