Tenaga Muda Jadi Senjata PSIS Arungi Liga Indonesia Tahun Depan

PSIS Semarang dipastikan tidak bisa melanjutkan putaran 8 besar Liga 1 2019. Pasalnya dalam laga penutup Liga 1 2019

Tenaga Muda Jadi Senjata PSIS Arungi Liga Indonesia Tahun Depan
Tribun Jateng/Franciskus Ariel
Pemain PSIS Semarang dan pemain Bhayangkara FC berjibaku dalam laga pamungkas Liga 1 2019 yang digelar di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (21/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- PSIS Semarang dipastikan tidak bisa melanjutkan putaran 8 besar Liga 1 2019. Pasalnya dalam laga penutup Liga 1 2019 di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Sabtu (21/12) lalu.

PSIS ditundukan Bhayangkara FC dengan skor akhir 3-2. Walaupun langkah Mahesa Jenar terhenti di penyisihan babak 8 besar, namun PSIS tak patah arang.

Guna mengarungi Liga 1 tahun mendatang, tenaga-tenaga muda di dalam skuat akan ditempa kemampuannya.
Sang juru taktik PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah, mengemukakan, optimismenya.

Menurutnya, PSIS masih bisa menjadi kuda hitam di putaran selanjutnya.

“Meskipun diisi dengan pemain lokal, namun mereka punya skill yang tak kalah dengan pemain luar. Usia pemain juga masih muda, dan bisa diasah agar lebih tajam,” jelasnya, Minggu (22/12).

Dilanjutkannya, PSIS masih solid dan mempunyai prospek baik di gelaran liga mendatang.

“Kesimpulannya tim ini memilik prospek sangat baik, karena ditunjang skuat muda. Skill mereka bisa menjadi senjata untuk tim jika dipersiapkan secara baik,” jelasnya.

Nurdiansyah juga menanggapi adanya isu pergeseran pelatih dalam skuat Mahesa Jenar.

“Kalau pergeseran dilakukan demi kemajuan tim, kenapa tidak. Semisal saya ditarik jadi direktur teknik juga tidak masalah. Semua saya serahkan ke manajemen tim,” ucapnya.

Baginya pergeseran merupakan hal biasa, yang kerap ia lalui dalam dunia sepak bola.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved