Breaking News:

Ketua Umum Jayanusa Tegaskan Haddad Alwi Bukan Syiah

Ketua Umum (Ketum) Jamaah Yasin Nusantara (Jayanusa), Idham Cholid, sangat menyayangkan persitiwa persekusi terhadap Habib Haddad Alwi (HA), di Sukabu

ISTIMEWA
Haddad Alwi saat bersalawat bersama Jayanusa, di Wonosobo, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - ‎Ketua Umum (Ketum) Jamaah Yasin Nusantara (Jayanusa), Idham Cholid, sangat menyayangkan persitiwa persekusi terhadap Habib Haddad Alwi (HA), di Sukabumi, belum lama ini.

‎HA dipersekusi, bahkan saat memimpin ribuan jamaah untuk bersalawat bersama.

"Tuduhan syiah kepada HA hanya karena dalam bersalawat dia mengajak jamaah untuk mengangkat tangan, sangatlah tidak beralasan," kata Idham, Selasa (24/12/2019).

Ditegaskan, HA bukanlah seorang penganut syiah.

Ia tahu persis, HA juga merupakan ‎penganut ahlus sunnah wal jamaah atau sunni.

‎"Jika hanya karena bersalawat dan mengangkat tangan dinilai syiah, pemahaman mereka yang mepresekusi HA sangat dangkal," tegasnya.

Menurut Idham, ‎syiah tidak sesederhana itu. Ajaran dan aliran di dalamnya juga komplek. Mereka yang mengaku sunni juga beragam corak dan perilakunya. Ada yang toleran dan ramah.

"Sebaliknya, ada pula yang intoleran dan radikal. Ada yang mengaku salafi tapi sekaligus juga takfiri, bahkan tokoh utama pendiri ISIS di Baghdad juga mengaku sunni," ucapnya.

Sementara, sambung Idham, syiah yang toleran juga ada, terutama yang ada di Yaman. Di sisi lain, syiah yang condong 'ekstrim' meski tinggal di Indonesia juga ada.

"Apa ciri mereka yang ekstrim itu? Membenci Khulafa Al-Rasyidin selain Sayyidina Ali Ra, dan juga membenci Ummu Al-Mukminin selain Sayyidatina Kadijah Rha, merupakan ciri utama mereka," urainya.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved