Bupati Sragen Berharap Kampung KB Timossen Bisa Menciptakan Keluarga-Keluarga Berkualitas

Bupati Sragen mencanangkan Kampung KB Timossen di Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono.

Bupati Sragen Berharap Kampung KB Timossen Bisa Menciptakan Keluarga-Keluarga Berkualitas
Istimewa
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menandatangani prasasti Kampung KB Timossen Desa Karanganom. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mencanangkan Kampung Keluarga Berencana (KB) Timossen, di empat dukuh Desa Karanganom, Kecamatan Sukodono, Kamis (26/12/2019).

Keempat dukuh tersebut, yakni Tisan, Mojorejo, Sidorejo, dan Sendangmundu, disingkat Timossen.

Yuni mengapresiasi pencanangan Kampung KB Timossen yang telah jadi menggunakan dana mandiri.

"Sangatlah membanggakan bahwa Desa Karanganom merupakan salah satu desa yang dengan dana mandiri maupun Dana Desa telah mencanangkan Kampung KB," kata Yuni.

Melalui Kampung KB, diharapkan bisa mensukseskan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan program lainnya, sehingga tercapai keluarga-keluarga yang terencana dan berkualitas.

"Keluarga yang berkualitas akan menghasilkan generasi-generasi emas yang nantinya siap menyongsong kehidupan yang lebih baik," kata Yuni.

"Pengentasan kemiskinan, penundaan usia perkawinan sampai batas waktu yang dianjurkan, pemberdayaan ekonomi keluarga, menurunkan angka anak putus sekolah, pengendalian penduduk, merupakan kegiatan-kegiatan yang ada di Kampung KB," lanjutnya.

Yuni menambahkan, penerapan delapan fungsi keluarga dalam kehidupan sehari-hari untuk selalu dikumandangkan agar tercapai generasi-generasi yang kuat dan tangguh dalam menghadapi perubahan yang cepat di era millenial.

Delapan fungsi keluarga tersebut salah satunya melakukan gerakan kembali ke meja makan, di mana setiap keluarga diharapkan memiliki waktu untuk makan bersama keluarga untuk mempererat komunikasi dan kasih sayang.

Melalui komunikasi yang baik, anak-anak diharapkan tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan triad kesehatan reproduksi remaja yaitu zero seks bebas, zero pernikahan usia dini, dan zero NAPZA, bisa tercapai.

"Untuk mencapai semua itu, perlu adanya sinergi lintas sektor dalam mendukung program KKBPK, sehingga pada kesempatan hari ini, diundang pula lintas sektor, tenaga kesehatan, PKB/PLKB, Kader PPKBD, dan Sub PPKBD untuk mendukung program KKBPK," kata Yuni.

Selain meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau dusun, melalui program KB diharapkan tercipta Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

"Untuk itu, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, maka perlu adanya program kependudukan. KB diharapkan bisa memajukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia dan berkualitas," kata Plt Kepala DP2KBP3A Kabupaten Sragen. Joko Puryanto .

Dia menambahkan, orangtua diharapkan turut mengawasi putra putrinya dalam mengatur usia pernikahan dan kehamilan.

"Jangan ada kehamilan yang tidak diharapkan, wajib agar tidak segera nikah. Selain itu, bisa untuk menurunkan angka stunting jika menikah di usia yang pas, kemudian bisa menurunkan angka kemiskinan dan penurunan angka putus sekolah," jelasnya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved