Bupati Pati Sebut Pembangunan Rumah Ibadah Bukan untuk Mengganggu Umat Agama Lain
Bupati Pati Haryanto menyebut apabila umat agama tertentu membangun tempat ibadah, tujuannya bukanlah untuk mencari perseteruan atau mengganggu
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PATI – Bupati Pati Haryanto menyebut apabila umat agama tertentu membangun tempat ibadah, tujuannya bukanlah untuk mencari perseteruan atau mengganggu pemeluk agama lain.
Karena itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir apabila ada saudaranya yang berbeda agama membangun rumah ibadah.
“Sebab, keyakinan seseorang terhadap kebenaran agamanya masing-masing itu muncul dari hati, bukan karena paksaan,” ucapnya ketika menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Margorejo, Desa Badegan, Kecamatan Margorejo, Sabtu (28/12/2019).
Pembangunan gereja ini merupakan pengembangan lanjutan dari bangunan yang sudah ada untuk merespons jumlah jemaat yang semakin banyak.
Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga mengatakan, kondisi toleransi antarumat beragama di Kabupaten Pati sudah baik.
• Nardi Prediksi 3.000 Pendaki Akan Lewati Malam Tahun Baru di Puncak Gunung Lawu Karanganyar
• Ini Pesan Psikolog kepada Wanita saat Menghadapi Pelaku Ekshibisionisme
• Jalan Arteri Sukarno Hatta Semarang 2 Kali Terjadi Pembacokan dalam Semalam, Polisi Buru Pelaku
• Kisah Iqbal, Dibacok Orang Tak Dikenal saat Melintas di Jalan Arteri Soekarno Hatta Semarang
Satu di antara indikatornya ialah adanya beberapa gereja yang lokasinya berdampingan dengan masjid.
Selain itu, hal lain yang menunjukkan toleransi umat beragama yang cukup tinggi ialah keterlibatan umat Islam dan tokoh agama lain dalam menciptakan suasana aman ketika umat Kristiani merayakan natal 25 Desember lalu.
“Banser dan tokoh agama lain ikut menjaga. Polisi dan TNI juga ikut mengawal keamanan sehingga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan,” ucapnya.
Haryanto menyebut, dirinya sering menghadiri seremoni pembangunan rumah ibadah, di antaranya musala, masjid, gereja, dan vihara.
Keleluasaan umat beragama untuk membangun rumah ibadahnya, menurut Haryanto, juga merupakan penanda kerukunan antarumat beragama.
Terkait pembangunan GITJ Margorejo, Haryanto mengatakan, dirinya akan mengupayakan adanya kontribusi dari Pemerintah Kabupaten Pati.
“Tapi ya tidak bisa banyak. Sifatnya hanya partisipasi.
Paling banyak sekira Rp 30 sampai 40 juta saja,” katanya. (Mazka Hauzan Naufal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bupati-pati-haryanto-dalam-acara-peletakan-batu-pertama-pembangunan-gereja-injili-di.jpg)