Penyandang Disabilitas Tuli di Tegal Berharap Wali Kota Sediakan Akses Juru Bahasa Isyarat

Penyandang Disabilitas Tuli di Tegal Berharap Wali Kota Sediakan Akses Juru Bahasa Isyarat

Penyandang Disabilitas Tuli di Tegal Berharap Wali Kota Sediakan Akses Juru Bahasa Isyarat
Istimewa
Para disabilitas tuli di Tegal mengenalkan cara penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) kepada masyarakat umum di Alun-alun Kota Tegal, Minggu (29/12/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Peringati Hari Disabilitas Internasional (HDI), para penyandang disabilitas di Tegal Raya kenalkan cara berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat di Alun-alun Kota Tegal, Minggu (29/12/2019).

Bersamaan dengan Car Free Day (CFD), para penyandang disabilitas mengajak masyarakat memahami bahasa tuli dan mengenal budaya tuli.

Ketua Disabilitas Tegal Bahari (DTB), Aris, mengatakan, kegiatan ini melibatkan tiga organisasi disabilitas.

Yaitu Disabilitas Tegal Bahari, Difabel Slawi Mandiri, dan Oemah Baca Cempaka.

Berbagai kegiatan diadakan, seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan bahasa isyarat diiringi musik.

Kemudian penampilan puisi dengan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dan pawai mengelilingi Alun-alun Kota Tegal.

"Kami juga mengadakan kelas sosialisasi Bisindo gratis bagi masyarakat umum. Supaya masyarakat bisa memahami bahasa yang digunakan oleh kawan-kawan tuli," katanya.

Koordinator Kelas Bisindo Tegal, Yusrina Adliah (24), mengatakan, kegiatan para penyandang disabilitas di HDI 2019 bertujuan untuk mengadvokasi masyarakat tentang akses disabilitas.

Utamanya kebutuhan disabilitas tuli tentang Juru Bahasa Isyarat (JBI).

Menurut Yusrina, banyak orang belum memahami tentang akses kebutuhan para penyandang disabilitas dengan masyarakat umum.

"Kebutuhan JBI itu supaya memposisikan kami orang tuli setara dengan masyarakat lainnya," ungkapnya.

Yusrina mewakili para penyandang disabilitas, khususnya disabilitas tuli, berharap Pemerintah Kota Tegal bisa memahami kebutuhan mereka.

Khususnya bagi Dinas Sosial dan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, untuk memahami cara berinteraksi dengan para penyandang disabilitas.

Menurut Yusrina, kawan-kawan tuli ingin semua berbaur menunjukkan kesetaraan.

"Insyaallah ke depan akan menemui Dinsos dan wali kota untuk mengadvokasi hak-hak kami," jelasnya. (fba)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved