Cerita Diana, Difabel Asal Sragen, Menjajal Berbagai Pekerjaan hingga Jadi Bos Keripik Singkong

Cerita Diana, Difabel Asal Sragen, Menjajal Berbagai Pekerjaan hingga Jadi Bos Keripik Mlajena

Cerita Diana, Difabel Asal Sragen, Menjajal Berbagai Pekerjaan hingga Jadi Bos Keripik Singkong
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Diana, difabel tunadaksa asal Mlale, Jenar, Sragen, menunjukkan produknya. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Menjadi seorang difabel dengan berbagai kekurangan tidak membuat Sugiyem (43), atau yang akrab disapa Diana, patah semangat.

Diana menjadi tunadaksa semenjak dirinya berusia 2,5 tahun.

Saat itu, ia mengalami panas tinggi yang tak kunjung turun dalam beberapa hari.

Sejak itu, tubuh Diana tidak mengalami pertumbuhan.

"Entah gara-gara panas tinggi atau bagaimana, setelah panas tinggi itu, tubuh saya tidak bertambah tinggi.

Waktu lahir hingga 2,5 tahun itu saya normal," kata Diana, Sabtu (29/12/2019).

Diana menceritakan, dirinya sempat mati suri selama dua jam setelah panas tinggi.

Dirawat kedua orangtuanya, Salem (60) dan Kadir (65), Diana sempat bersekolah hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Tangen.

Setelah lulus SMP tahun 1993, Diana menjadi penggembala kambing milik orangtuanya, cukup lama sebelum akhirnya merantau ke Jakarta selama tiga tahun.

Di Jakarta, Diana tinggal di tempat bibinya.

Halaman
1234
Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: M Syofri Kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved