Komplotan Pecah Kaca Mobil Hanya Butuh Obeng dan Waktu 30 Detik dalam Beroperasi

Polres Semarang berhasil membekuk komplotan pecah kaca mobil yang beroperasi lintas provinsi.

Tribun Jateng/Akbar Hari Mukti
Gelar perkara kasus komplotan pecah kaca mobil di Mapolres Semarang, Senin (30/12/2019). 

"Mereka hanya menggunakan obeng dan untuk melakukan aksinya hanya butuh waktu 30 detik.

Alarm mobil bahkan belum sempat berbunyi," kata AKP Rifeld.

Setelah Ricky melapor, pada 18 Desember, Irwan dan Subardi diringkus di Jogja.

Menurut AKP Rifeld, komplotan pecah kaca tersebut berjumlah empat orang.

Satu orang lainnya, berinisial Rul telah ditangkap oleh Polres Klaten pada 19 Desember.

"Jadi, Rul merupakan mentor bagi ketiganya.

Kemudian Irwan dan Subardi menjadi eksekutor.

Seorang pelaku lainnya masih DPO," papar dia.

AKP Rifeld menjelaskan, Irwan dan Subardi diancam pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara.

"Kami mengimbau agar masyarakat jangan sampai meninggalkan barang berharga di mobil yang diparkir.

"Dan juga mengimbau agar mobil diparkir di tempat yang aman dan terdapat penjagaannya," paparnya.

Sementara, satu tersangka, Irwan, mengaku, komplotannya selalu mengincar mobil yang terparkir di pinggir jalan dan pemiliknya sedang lengah.

"Kebanyakan yang sedang makan di warung pecel lele," katanya. (ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved