Viral Remaja Mandi Naik Motor di Jalanan, Dimandikan Orangtua di Polres Karanganyar

Remaja yang viral karena mandi di jalanan dibina polisi dan dimandikan orangtua di Polres Karanganyar

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak enam remaja asal Desa Gedong, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, dibina oleh anggota kepolisian Polres Karanganyar, Senin (30/12/2019).

Mereka dibina oleh anggota kepolisian lantaran aksinya mengendarai sepeda motor sambil mandi di Jalan Lawu, Karanganyar, pada Minggu (15/12/2019) sekira pukul 02.00.

Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, empat orang remaja tersebut mandi saat berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AD 3986 EP.

Sedangkan dua remaja lainnya boncengan sambil merekam aksi tersebut menggunakan kamera ponsel.

Remaja tersebut, F, A, WD, RW, IN, dan J yang masih di bawah umur.

Mereka berstatus sebagai pelajar.

Video para remaja tersebut sempat viral di media sosial beberapa hari lalu.

Parahnya, mereka tidak mengenakan helm saat berkendara.

Tiga orang duduk di kursi panjang yang diletakan di bagian belakang sepeda motor.

Para remaja hanya mengenakan celana dan membawa satu ember.

Sembari berkendara, tiga remaja yang membonceng sesekali mengambil air dari ember dan digunakan untuk mandi.

Karena aksinya itu, mereka mendapatkan pembinaan dari anggota kepolisian.

Mereka dimandikan oleh orangtua masing-masing, kemudian dilanjutkan sungkem.

Pantauan Tribunjateng.com, mata orangtua berkaca-kaca seusai prosesi sungkem.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, menyampaikan, akibat ulahnya, mereka dipanggil bersama orangtuanya.

Mereka mendapat pembinaan khusus dari anggota kepolisian.

"Nanti ada sedikit pembinaan agar jera.

Kita libatkan dalam Operasi Lilin Candi untuk pengamanan saat pergantian tahun baru di Alun-Alun Karanganyar," katanya kepada wartawan, Senin (30/12/2019).

Kasat Binmas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, menambahkan, pembinaan ini dilakukan karena tindakan mereka yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.

"Sudah kami ingatkan soal tata tertib berlalu lintas.

Mandi itu bukan di jalan tapi di kamar mandi," terangnya.

Sementara itu, ayah dari IN, Sumedi, sempat kaget saat rumahnya didatangi polisi pekan lalu.

Sebagai orangtua, ia merasa malu lantaran ulah anaknya.

"Tapi bagaimana pun yang namanya anak tetap kita usahakan supaya menjadi anak yang baik.

Setelah mendapat pembinaan dari kepolisian, semoga tidak mengulangi lagi dan ke depannya menjadi anak berbakti kepada orang tua, nusa, bangsa, dan agama," ujarnya.

Remaja berinisial RW mengungkapkan, aksi itu dilakukan spontanitas saat berkumpul bersama.

Remaja yang merekam aksi teman-temannya itu menambahkan, aksi dimulai dari depan Alun-Alun Karanganyar hingga Papahan, sebelum simpang empat.

"Saya kapok.

Awalnya kirim video ke teman, tiba-tiba sudah beredar luas.

Kursi panjang di dapat dari warung dekat rumah, juga embernya.

Setelah digunakan terus dikembalikan lagi," paparnya. (ais)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: M Syofri Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved