Breaking News:

Libur Telah Usai, Kenali Post-holiday Syndrome yang Bikin Depresi

Sebagian orang tentu merasa bahagia dan rileks ketika liburan berlangsung dan menghabiskan waktu berbeda dari urusan pekerjaan.

via kompas.com
Ilustrasi depresi 

TRIBUNJATENG.COM - Sebagian orang tentu merasa bahagia dan rileks ketika liburan berlangsung dan menghabiskan waktu berbeda dari urusan pekerjaan.

Namun, sebagian orang menganggap liburan seperti roller coaster yang berada di fase turun. Entah karena ekspektasi tinggi ada rasa ketakutan kembali memasuki fase-fase kesepian saat bekerja.

Mengutip dari Grid Health, beberapa ahli mengatakan ada depresi setelah liburan yang dirasakan beberapa orang.

Post-holiday syndrome biasa terjadi pada orang-orang setelah liburan.

Ada beberapa perubahan perasaan seperti perasaan sedih, rasa bersalah, marah, dan tidak bahagia.

Gangguan emosi ini diperparah dengan gejala lain seperti :

Sakit kepala
Insomnia
Gelisah
Penambahan atau penurunan berat badan
Agitasi, aktivitas motorik yang berlebih akibat ketegangan

Perasaan sedih karena kembali ke rutinitas awal ini dimulai dengan rasa lelah dan tidak siap untuk menghadapi kenyataan bekerja kembali.

Sindrom ini mirip dengan seasonal affective disorder (SAD).

Mengutip dari Kompas.com, sindrom ini adalah gangguan emosional yang terjadi pada waktu tertentu.

Contohnya saja setelah menikah ada rasa kaget karena euforia pesta pernikahan telah berakhir.

Halaman
123
Editor: galih permadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved