Breaking News:

Tahun 2019 3.821 Pasangan Cerai di Kota Semarang, Tazkiyaturrobihah : Paling Banyak di Pedurungan

Kasus perceraian sampai penghujung 2019 di Kota Semarang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

TRIBUN JATENG/ADELIA PRIHASTUTI
Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kelas IA, Tazkiyaturrobihah saat ditemui di ruang kerjanya Kantor Pengadilan Agama Jalan Jenderal Urip Sumoharjo No 5, Kota Semarang, Selasa (31/12/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus perceraian sampai penghujung 2019 di Kota Semarang meningkat dibanding tahun sebelumnya. 

Ada beberapa faktor penyebab perceraian.

Faktor yang paling dominan adalah perselisihan dan pertengkaran terus menurus dari pasangan suami istri. 

Menurut Tazkiyaturrobihah, Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Semarang Kelas IA, Kota Semarang termasuk wilayah paling tinggi kasus perceraiannya.

Perkara masuk dari awal tahun sampai 31 Desember 2019 ada 3.821 perkara.

Hujan Deras dan Angin Kencang, 8 Pohon Tumbang di Karanganyar

Kado Tahun Baru, 109 Anggota Polres Demak Dapat Kenaikan Pangkat

Wakidi Selamat, ke Rumah Tetangga saat Pohon Tumbang Timpa Rumahnya

Viral di Kebumen, Pencuri Ayam Ini Telanjang Bulat Terekam CCTV

Jumlah ini naik 8 persen dari tahun sebelumnya (3.534 perkara).

“Paling banyak kasus perceraian dari Kecamatan Pedurungan, kedua Kecamatan Semarang Barat,” ujar Tazkiyaturrobihah saat ditemui Tribun Jateng.

Dirinya menyebutkan bulan November 2019 kasus perceraian dari Kecamatan Pedurungan ada 47 perkara.

Kemudian diikuti Kecamatan Semarang Barat 39 perkara dan Kecamatan Genuk 30 perkara.

Pada 2019 kasus cerai karena gugat di Pengadilan Agama Kota Semarang masih menjadi yang tertinggi yakni sebanyak 2.617 perkara.

Halaman
12
Penulis: Adelia Prihastuti
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved