Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Pemkab Tegal, Ini Pesan Bupati
Umi Azizah bisa melihat bagaimana publik menginginkan pemerintah daerah bisa hadir dalam setiap persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak,
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Masyarakat menuntut layanan pemerintah bisa lebih mudah, lebih cepat, dan terbuka.
Maka, pejabat terkait diharapkan lebih peka terhadap perkembangan situasi di masyarakat dengan memantau sosial media, dan digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan program-program unggulan, sehingga meningkatkan kepercayaan kepada Pemerintah.
Hal tersebut, disampaikan Bupati Tegal, Umi Azizah, saat acara pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator, di Lingkungan Pemkab Tegal, Kamis (2/1/2020) di Ruang Rapat Bupati Tegal lantai dua.
"Hari ini kami melakukan pelantikan dan sumpah jabatan, adapun pejabat sendiri tidak mengalami perubahan dengan kata lain masih sama dengan yang sebelumnya. Untuk data nama dan jabatan lengkapnya, nanti pihak kami akan memberikan data detailnya," tutur Umi, pada Tribunjateng.com, Kamis (2/1/2020).
Dari aplikasi Android Lapor Bupati Tegal, lanjutnya, Umi Azizah bisa melihat bagaimana publik menginginkan pemerintah daerah bisa hadir dalam setiap persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti soal sampah, pasokan air bersih, e-KTP, soal pembangunan yang ada di desa, hingga penggelapan setoran PBB P2 oleh pamong desa.
Belum lagi siklusnya sudah masuk ke musim penghujan, pengaduan biasanya akan diwarnai soal jalan berlubang, banjir, pohon tumbang, hingga demam berdarah.
"Hal-hal seperti ini harus cepat kami respon, cepat diselesaikan, dan jangan biarkan publik menunggu. Karena kalau publik sudah menunggu dan tidak segera kami respon, cuitannya di sosial media sungguh luar biasa," ungkapnya.
Di era Internet of Things (IOT) telah membuka ruang bagi siapa saja untuk menilai, membangun persepsi, dan opini, membandingkan kualitas serta tingkat kepuasan publik akan layanan pemerintah, kemudian mengunggahnya ke sosial media.
Contohnya, ada warganet yang memposting foto di sosial media tentang kendaraan dinas pejabat berplat merah tapi berpenutup mika hitam, sehingga dipandang mengaburkan identitas kendaraan.
Sebelum menjadi viral, postingan ini segera ditanggapi dengan melepas mika hitam yang dimaksud.
Ada juga yang melaporkan keadaan kaca gelap pada kendaraan dinas yang tidak sesuai dengan undang-undang lalu-lintas.
Pada kesempatan ini, Umi mengingatkan supaya pelapis kaca kendaraan dinas yang masih gelap bisa segera dilepas, diganti sesuai aturan perundang-undangan.
"Sekali lagi, saya mengucapkan selamat bekerja dan segera menyesuaikan. Manfaatkan waktu dan kesempatan memimpin yang saya berikan ini, untuk merancang inovasi yang berdampak kemajuan," pungkasnya. (dta)