Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

RSIGM Sultan Agung Semarang Akan Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

RSIGM Sultan Agung akan menyelenggarakan operasi bibir sumbing gratis pada pertengahan Januari 2020.

Tayang:
Tribun Jateng/Vina Rizki Ariani
Ketua Panitia Operasi Bibir Sumbing, drg Syafrudin Aulia Azhar, memberikan keterangan di RSIGM Sultan Agung, Kamis (2/1/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Rumah Sakit Islam Gigi dan Mulut (RSIGM) Sultan Agung Semarang akan menyelenggarakan operasi bibir sumbing gratis pada pertengahan Januari 2020.

Pasien bisa mendaftar dengan syarat dan ketentuan usia minimal 3 bulan untuk bibir sumbing dan 15 bulan untuk celah lelangit.

Pendaftaran dimulai pada 23 Desember 2019 lalu hingga 3 Januari 2020.

Ketua Panitia Operasi Bibir Sumbing, drg Syafrudin Aulia Azhar, mengatakan, nantinya akan ada beberapa jenis dokter spesialis yang akan menangani pasien.

“Seperti spesialis bedah mulut dan dokter spesialis anastesi.

Ada juga konsultasi dengan dokter anak,” katanya, ketika ditemui di RSIGM Sultan Agung, Kamis (2/1/2020) hari ini.

“Kami tidak menetapkan jadwal hari dan tanggalnya karena menyesuaikan jadwal dokter.

Namun, kami akan melaksanakannya pada pertengahan Januari ini,” tambahnya.

Syafrudin mengungkapkan, operasi tersebut merupakan bakti sosial dan bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan.

Ia berharap RSIGM Sultan Agung bisa menjadi pusat bibir sumbing di Semarang.

“Jumlah pasien minimal empat orang karena bakti sosial bibir sumbing ini, kan, tidak seperti bakti sosial cabut gigi yang bisa banyak orang.

Kami harus mempersiapkan ruang dan tenaga, jadi memang tidak terlalu banyak,” ujarnya.

“Nanti, setiap pendaftar harus di-screening atau diseleksi dulu karena ada beberapa kasus yang tidak bisa ditangani pada saat baksos,” lanjutnya.

Perlu diketahui, bibir sumbing dan langit-langit sumbing terjadi karena jaringan di bibir bayi atau di langit-langit mulut bayi saat di dalam rahim tidak menyatu, sehingga meninggalkan celah.

Normalnya, proses penyatuan tersebut terjadi pada bulan kedua dan ketiga di masa kehamilan.

“Penyebabnya adalah kegagalan tulang rahang yang membentuk.

Bukan karena bayi lahir muncul tiba-tiba bibir sumbing.

Itu memang dari kegagalan janin yang sudah membentuk, jadi sudah genetik dari ibunya yang asupan gizinya kurang.

Itu yang tidak bisa kami cegah,” ujarnya.

Ia menambahkan, cara mencegah bibir sumbing bagi ibu hamil atau bayi lahir bisa dengan cara operasi bibir sumbing atau memenuhi kebutuhan nutrisi.

Kekurangan asam folat, zinc, dan vitamin selama masa kehamilan dapat mengganggu pertumbuhan janin.

Akibatnya, bayi dalam kandungan berisiko mengalami bibir sumbing.

“Kami sarankan untuk operasi bibir sumbing ini dilakukan pada saat umur minimal tiga bulan karena bayi masih memiliki pertumbuhan yang baik,” ucapnya.

Menurutnya, ibu hamil harus mencukupi kebutuhan nutrisinya.

Ibu hamil bisa meningkatkan asupan makanan sehat, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, dan makanan kaya protein setiap hari.

“Harapannya, bagi masyakarat yang membutuhkan operasi bibir sumbing, bisa terlaksana dengan baik di RSIGM Sultan Agung Semarang dan ke depannya rumah sakit ini bisa jadi pusat operasi bibir sumbing," ujarnya. (vra)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved