Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kronologi Pembunuhan Qassem Soleimani, Trump Perintahkan Eksekusi di Sela Liburan

Qassem Soleimani, seorang Mayor Jenderal Iran tewas akibat serangan rudal RX9 Ninja dari drone MQ-9 Rapier militer AS atas perintah Donald Trump.

Tayang:
Editor: m nur huda
guardian news/YouTube
Qassem Soleimani, seorang Jenderal Iran tewas dibunuh oleh militer AS melalui drone. 

TRIBUNJATENG.COM - Qassem Soleimani, seorang Mayor Jenderal yang menjabat Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Islam Iran, tewas akibat serangan rudal RX9 Ninja dari drone MQ-9 Rapier militer AS atas perintah Donald Trump.

Qassem Soleimani tewas di komplek Bandara Internasional Baghdad, Kamis (2/1/2020) malam waktu setempat.

Operasi pembunuhan ini dijalankan Pentagon atas perintah Presiden Donald Trump.

Qassem Soleimani saat itu baru tiba dari Beirut, Lebanon.

Turut tewas pada serangan udara terencana itu Abdul Mahid al-Muhandis, Deputi Komandan Popular Mobilization Unit (PMU) Irak.

PMU atau nama Arabnya Hasd al-Shaabi merupakan paramiliter Syiah yang sudah diintegrasikan di tubuh militer Irak.

Selama bertahun-tahun, Qassem Soleimani menjalankan operasi rahasia membantu Irak dan Suriah memusnahkan gerombolan kejam ISIS dan jaringan Al Qaeda di kedua negara tersebut.

Pertanyaan menariknya, bagaimana jalan cerita sehingga Trump akhirnya memutuskan mengeliminasi jenderal kharismatik dan terpopuler di Iran serta Timur Tengah itu?

Laman berita Israel, Haaretz.com mengutip artikel Associated Press (AP), Minggu (5/1/2020) menuliskan kronologi situasinya hingga Trump memencet kode merah pembunuhan Qassem.

Proses intinya terjadi ketika Trump tengah menghabiskan libur Natal dan tahun barunya di Mar A-Lago, Florida.

Ini semacam tempat tetirah pribadinya sejak sebelum menjadi Presiden AS.

Pada 31 Desember 2019, massa berseragam PMU dan Khataib Hezbollah Irak, menggeruduk Kedubes AS di Baghdad.

Mereka memprotes serangan udara ke pos-pos kelompok Khataib Hezbollah di Irak, yang menewaskan lebih dari dua lusin anggotanya.

Aksi demonstrasi diwarnai kekerasan dan perusakan sarana prasarana kedutaan.

Di rangkaian peristiwa itu, terjadi serangan roket ke pangkalan AS di Kirkuk.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved