Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Viral Driver Semarang Omeli Bule, Kronologi hingga Pembuatan Video saat Perjalanan dari Karimunjawa

Video driver omeli bule beredar hingga viral. Dalam video berdurasi 55 detik, tampak pengemudi melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Jawa

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Instagram/@b.pratamasaputraa
Screenshot video viral driver omeli bule @b.pratamasaputraa. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Video seorang driver mengomeli bule baru-baru ini beredar di media sosial hingga viral.

Dalam video berdurasi 55 detik tersebut, tampak seorang pria sebagai pengemudi melontarkan kata-kata kasar menggunakan bahasa Jawa Ngoko (bahasa pasaran) kepada seorang pria asing yang duduk di sampingnya.

Diduga, video tersebut berlokasi di Semarang, lantaran sang pria menyebutkan lokasi di Semarang.

"Ha mbok yo karepe, nyupir ugal-ugalan, jempalikan yo karepe! Indonesia, Bos, Semarang e ngawur! (Ya terserah mengemudi ugal-ugalan. Ini di Indonesia, Bos, di Semarang!)

..Selamat Siang, selamat siangmu guedi! wis ra usah, ngerti pora! Ngomong Semarang panas, panas, panas mbuahmu ae nak ngomong enteng. Dondomi cangkemmu, sobek-sobek. (Tidak usah selamat selamat siang, tahu tidak? Bilang Semarang panas, nenekmu! Bicaranya ringan, jahit mulutmu, sobek-sobek.)," ujar pria tersebut.

Saat tribunjateng.com menelusuri sumber video tersebut, rupanya berasal dari akun Instagram @b.pratamasaputraa.

Pemilik akun, Bagas Pratama Saputra (24) menuturkan, akun tersebut benar miliknya.

Dirinya yang disebut-sebut sebagai driver tersebut mengaku bukan seorang driver, melainkan influencer.

"Dulu saya sempat menjadi driver, tapi sekarang sudah tidak lagi. Kegiatan saya sekarang sebagai atlet tenis dan influencer," ucapnya saat dihubungi tribunjateng.com melalui sambungan telepon, Minggu (5/1/2020) malam.

Lantas, Bagas menjelaskan, pertemuan dengan bule tersebut tanpa unsur kesengajaan.

Ia mengaku baru mengenalnya saat berlibur di Pulau Karimunjawa Jepara Jawa Tengah.

"Saya baru kenal bulenya. Ada dua, yang satu dari Ceko cuma keturunan Vietnam. Kemudian yang satunya lagi yang di sebelah saya.

Video itu diambil di Semarang, saat mereka mau main ke Semarang dari arah Jepara. Mereka mau melaju dari Semarang ke Jakarta," jelasnya.

Saat perjalanan itu, lanjutnya, Bagas yang mengaku sebagai influencer tersebut ditantang wisatawan asing tersebut untuk menunjukkan banyolannya.

Hingga, keluarlah bahasa Jawa ngoko yang seolah-olah sedang marah-marah dengan bule itu.

"Di situ memang jatuhnya saya misuh-misuh (mengumpat-umpat), nggremeng (ngedumel) dengan bule.

Orang melihat seperti tidak etis.

Tapi di satu sisi bule itu sudah tahu kalau kegiatanku sebagai influencer.

Mereka bertanya, 'kamu influencer? sebagai apa?' Aku jawab sebagai komedian, tapi berbicara soal keresahan.

Terus mereka 'coba yuk!'

Aku jawab, 'kalian ngomong menggunakan bahasa Inggris atau campur-campur, kamu pakai bahasa Vietnam terus aku ngomong pakai bahasa Jawa.

Itu spontan karena satu kali tag bareng mereka," papar pria yang mengaku tinggal di Gajahmungkur Semarang itu.

Tak Peduli Tanggapan Warganet

Terkait videonya yang tengah viral itu, Bagas mengaku tidak peduli dengan komentar dari warganet.

Ia mengaku dirinya memang senang melawak.

"Mau viral atau tidak, bodo amat, karena saya di kehidupan nyata suka nglawak.

Saya buat apa yang ingin saya buat. Saya siap menanggung risiko dari video yang saya buat, yang penting tidak mengandung unsur Sara," jelas pria yang mengaku asli Sumatra Barat itu.

Disebutkan, konten video di feed instagramnya tersebut memang sudah menjadi hobinya sejak tahun 2016 silam.

Ia pun ngaku sempat berhenti membuat konten selama kurang lebih satu tahun.

"Sejak tahun 2016 saya buat-buat video terus malah dapat pacar, saya tidak boleh buat video lagi karena video saya, kan, sarkas semua.

Tahun 2018 kembali membuat video tapi tidak dapat pesonanya, akhirnya punya keresahan baru setelah Ani Yudhoyono meninggal dunia," katanya.

"Ada yang membandingkan Pak SBY dan Pak Habibie sudah kaya terus setia. Dibandingin, kamu itu sudah miskin, jelek, tukang selingkuh. Lah, aku bingung, kok belum, ngambilnya dari satu sisi," sambungnya.

Ia mengungkapkan, saat itu rambutnya masih gimbal. Kemudian membuat video yang memiliki pesan bahwa Ainun Habibie mau bersusah payah dengan Habibie ketika di Jerman. Mencuci pakaian di tempat pencucian umum.

"Kowe kok kon umbah-umbah? Wong kon asah-asah piring wae ngomonge jijik, piye kon setia?

 (Kamu kok disuruh cuci baju? cuci piring saja bilangnya jijik, bagaimana bisa setia? 

Saya buat dari situ tapi pakai pembawaanku yang ngotot gitu. Itu suatu keresahan yang saya sampaikn dengan bahasa yang jarang orang dengar, orang jadinya 'wah iya ya'," jelasnya. (idy)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved