Dua Kali, Rumah Sumiyem Dihantam Tanah, Awalnya Dikira Suara Petir - Longsor di Candisari Semarang

Rumah milik Sumiyem (64) warga Jalan Genuksari Atas Rt 04 RW 9 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, dihantam longsor dua kali.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Rumah milik Sumiyem (64) warga Jalan Genuksari Atas RT 04 RW 9 Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, dihantam longsor sebanyak dua kali.

Longsoran dari tebing setinggi sekira 10 meter itu menghantam bagian belakang rumahnya.

Pertama pada Minggu (5/1/2020) pukul 15.00, selang sehari berikutnya, Senin (6/1/2020) pukul 23.00.

"Longsoran kedua paling keras. Saya waktu itu sedang tidur dan kaget."

"Sebab, suara longsor itu seperti suara sambaran petir."

"Mungkin karena material tanah benturan dengan atap rumah yang berbahan seng," kata Sumiyem kepada Tribunjateng.com, Selasa (7/1/2020) malam.

Beruntung, material longsor yang berupa tanah dan dua pohon --pohon randu dan trembesi-- tidak sampai menjebol dinding rumahnya.

"Alhamdulillah aman, tidak seperti 2008 silam."

"Dapur rumah saya sempat jebol karena hantaman longsoran talud."

"Kini material hanya pohon dan tanah karena talud di rumah tidak ikut longsoran, masih menggantung," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: iwan Arifianto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved