Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Jika Amerika Membalas Serangan, Iran Siap Perang Habis-habisan di Timur Tengah

Akan terjadi perang habis-habisan di Timur Tengah jika AS membalas serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer milik Amerika di Irak.

Tayang:
Editor: m nur huda
Twitter
Serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Irak beredar di media sosial. Puluhan rudal Fateh Iran diluncurkan 

TRIBUNJATENG.COM - Penasihat Presiden Hassan Rouhani, Hessameddin Ashena mengatakan akan terjadi perang habis-habisan di Timur Tengah jika AS membalas serangan rudal yang dilakukan oleh Iran terhadap dua pangkalan militer milik Amerika di Irak.

Hal itu disampaikan oleh Hessameddin Ashena dalam kicauannya di Twitter.

Sebelumnya, pada Rabu (8/1/2020) Iran meluncurkan rudal ke dua markas pasukan AS di Ain al-Assad dan Irbil selepas tengah malam waktu setempat.

Serangan tersebut merupakan respon dari Iran atas kematian Jenderal Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan rudal yang diluncurkan oleh AS.

Waspada, Jateng Akan Dilanda Fenomena MJO Dalam 3 Hari Ke Depan

Video Serangan Balasan Iran ke Pangkalan Militer AS di Irak, Buntut Tewasnya Qassem Soleimani

Inilah Rudal Fateh, Awal Serangan Balasan Iran ke Amerika, Mampu Jangkau 300 Kilometer

Nelayan Pantura Jateng Siap Ramai-ramai ke Natuna, Tapi . . .

Saat ini, Pentagon belum memberikan respons apa pun, dengan Presiden Donald Trump dijadwalkan memberikan keterangan Rabu waktu AS.

"Segala balasan melalui operasi militer yang dilakukan AS bisa berujung kepada perang habis-habisan di Timur Tengah," ujar Ashena dilansir Al Jazeera.

"Arab Saudi, bagaimana pun, bisa mengambil langkah berbeda. Mereka bisa memilih mengambil langkah damai," lanjutnya.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri, menjanjikan balasan yang "lebih kuat dan dahsyat" jika Pentagon merespons.

"Ini baru sebagian kecil dari kemampuan militer kami," koar Baqeri dalam pidatonya di pangkalan setempat, dikutip IRNA via CNN.

Jepang melalui Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga menyerukan adanya de-eskalasi ketegangan antara Teheran dan Washington.

Berbicara kepada awak media di Tokyo, Suga mengatakan saat ini, mereka memantau situasi Timur Tengah yang sedang panas.

Dia membenarkan Dewan Keamanan Nasional bakal menggelar pertemuan untuk mendiskusikan serangan rudal ke markas AS di Irak itu.

Sementara Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters meminta diplomasi dikedepankan, dan semua pihak menahan diri.

Adapun Korea Selatan dalam rilis resmi menyatakan, mereka memantau situasi dan terus mendapatkan pembaruan laporan.

Garda Revolusi Iran menyatakan, mereka mengklaim serangan tersebut sebagai balasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved