DPRD Kota Semarang Minta BPBD Pasang EWS di Sungai Rawan Bencana
DPRD Kota Semarang menyarankan BPBD Kota Semarang memasang early warning system di sungai rawan bencana
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Komisi D DPRD Kota Semarang meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang menguatkan mitigasi bencana dengan memasang early warning system (EWS) di sungai rawan bencana.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, pemasangan EWS ini menjadi upaya preventif agar bencana bisa dihindari.
"Kami minta di samping kesiagaan secara fisik, harus ada sistem informasi yang lebih bagus semacam penasangan EWS," kata Anang, Kamis (9/1/2020).
Ia menyebukan, pemantauan CCTV di ruang kontrol BPBD Kota Semarang juga baru berjalan efektif di Kali Babon dan Kali Pengkol.
Anang berharap, sungai-sungai lain yang berpotensi menimbulkan bencana dapat segera dipasang EWS, antara lain Banjir Kanal Timur (BKT), Banjir Kanal Barat (BKB), Beringin, dan Kaligarang.
"Mestinya itu dipasang EWS," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, pemantauan setiap polder juga harus terus dilakukan. Sehingga, bencana banjir bisa dihindari. Logistik berupa bantuan makanan juga harus dicek.
"Kami pesan cek lagi logistik. Kalau ada makanan yang expired seperti mie instan, kecap, dan lainnya disingkirkan. Jangan sampai diberikan kepada masyarakat," pintanya.
Sementara, Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono menerangkan, BPBD memiliki tiga EWS sebagai alat peringatan apabila terjadi bencana.
Dua EWS dipasang di Kali Pengkol dan Kali Babon untuk pantau bencana banjir. Sisanya, berada di Sukorejo Gunungpati untuk memantau apabila terjadi longsor.
"Pada 2020, kami rencanakan pemasangan dua EWS di Sungai Bringin. Insya Allah tiap tahun kami akan programkan penambahan EWS, termasuk di BKT dan Sungai Kaligarang," katanya.
Winarsono menjelaskan, sistem kerja EWS akan memantau memalui CCTV dan skala yang ada pada alat tersebut.
Apabila skala EWS berwarna hijau maka masih dalam kondisi normal.
Kemudian, apabila berada pada warna kuning maka kondisi siap, dan merah artinya sudah masuk zona siaga.
"Kalau sungai meluap bisa mengetahui dari EWS. Kedepan, kami ingin sistem EWS ini bisa dipantau melalui aplikasi HP," katanya.
Di sisi lain, kelurahan siaga bencana (KSB) juga terus bersiaga.
Mereka dibekali HT untuk komunikasi agar dapat melakukan penanganan cepat apabila terjadi bencana.
"SDM selalu kami tingkatkan dengan berbagai pelatihan.
Diharapkan mereka bisa menyosialisasikan kepada masyarakat kalau ada bencana apa yang harus dilakukan dan lainnya," paparnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sungai-kaligarang-menjadi-salah-satu-sungai-yang-perlu-dipasanh-early-warning-system-ews.jpg)