Breaking News:

Hasil Penyelidikan Falih al-Fayadh Menguak Mengapa Qassem Soleimani Terlacak Amerika Lalu Terbunuh

Hasil penyelidikan menguak mengapa keberadaan Qassem Soleimani terlacak pihak Amerika Serikat. Soleimani pun terbunuh rudal Amerika.

Editor: galih permadi
guardian news/YouTube
Qassem Soleimani, seorang Jenderal Iran tewas dibunuh oleh militer AS melalui drone. 

TRIBUNJATENG.COM, BAGHDAD - Hasil penyelidikan menguak mengapa keberadaan Qassem Soleimani terlacak pihak Amerika Serikat.

Soleimani pun terbunuh rudal Amerika.

Tim penyelidik pembunuhan Mayjen Qassem Soleimani, Kepala Pasukan Quds Garda Republik Iran, menemukan jejak kebocoran intelijen.

Pasukan Elite Garda Revolusi Iran yang Ditakuti Amerika dan Sekutunya

Ini Spesifikasi dan Harga Terbaru HP Oppo Reno 2 di Januari 2020, Ada 4 Kamera Belakang

Diperiksa Selama 5 Jam: Inilah Jawaban Putri Sule dan Keterangan Polisi

Video Banjir Bandang di Talangsari Semarang

Keberadaan Qassem diduga terendus sejak ia di Damaskus, Suriah, sebelum terbang ke Baghdad, Irak, Kamis (2/1/2020). Qassem dan pengawalnya tiba Jumat (3/1/2020) sekitar pukul 00.30 waktu Baghdad.

Ia turun dari pesawat dikawal langsung Wakil Komandan Popular Mobilization Unit (PMU) Abdul Mahdi al-Muhandis dan para pengawalnya.

Qassem dijemput di apron parkir, turun tangga pesawat langsung masuk kendaraan berkaca gelap yang dikawal secara bersenjata.

Penyelidikan langsung dipimpin Penasehat Keamanan Nasional Irak, Falih al-Fayadh, yang juga Kepala Popular Mobilization Forces (PMF).

Laporan yang ditulis kantor berita Reuters, dipublikasikan Aljazeera.com, Jumat (10/1/2020) memberi gambaran sementara perjalanan Qassem sejak dari Damaskus, naik maskapai swasta Champ Wings.

Pesawatnya Airbus A320.

Qassem disertai empat pengawal Garda Republik Iran meninggalkan Suriah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved