Breaking News:

Lubang Lokasi Temuan Arca Ganesha di Dieng Wetan Wonosobo Ditutup, Petani Bisa Tanam Kentang Lagi

Temuan arca ganesha di Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Wonosobo menggoda peneliti dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jateng untuk melakukan

TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Pengangkatan arca ganesha dari lahan warga di Desa Dieng Wetan Wonosobo 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Temuan arca ganesha di Desa Dieng Wetan Kecamatan Kejajar Wonosobo menggoda peneliti dari Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jateng untuk melakukan eskavasi di lokasi penemuan itu.

Ketua Unit Candi Dieng BPCB Jateng Eri Budiarto mengatakan, setelah penemuan arca ganesha ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara dan Pemkab Wonosobo untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Akan eskavasi penyelamatan," katanya.

Tawuran di Taman Indonesia Kaya Meluas hingga ke Semarang Utara, 6 Pelajar Ditangkap Beserta Sajam

Awal Kecurigaan Putri Hakim Jamaluddin pada Ibu Tirinya Sebelum Kasus Kematian Sang Ayah Terungkap

Raffi Ahmad Belikan Tas Dior untuk Ivan Gunawan, Nagita Slavina: Beliin Orang Lain Terus

Emak-emak Asal Salatiga Ini Hajar Mantan Pacar Anaknya Pakai Helm, Suntoro dan Ahmad Ikut Aniaya

Tetapi sebelum eskavasi dilakukan, pihaknya memersilakan petani untuk mengolah lahan itu kembali.

Lubang galian bekas ditemukannya patung ganesha ditutup kembali dengan tanah.

Menurut dia, tak masalah lahan yang diduga masih menyimpan data arkeologi itu diolah oleh petani.

Terlebih, petani tidak menggali dalam tanah untuk menanam kentang sehingga tidak akan merusak situs.

"Tanah ditutup kembali karena untuk ladang kentang," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya belum bisa menganalisa apakah keberadaan arca itu terkait dengan candi tertentu di Dieng atau tidak.

Meski dalam catatan sejarah, beberapa candi dilaporkan hilang atau belum ditemukan.

Menurut dia, temuan ini masih lepas.

Belum ada temuan lain yang terhubung ke arca ganesha di Desa Dieng Wetan ini.

Tetapi usia arca itu diperkirakan masih sezaman dengan situs lain atau candi-candi di peradaban Dieng, sekitar abad 7 sampai 8 masehi.

"Masih susah tentukan ada kaitan dengan bangunan candi atau apa karena ini masih temuan lepas," katanya. (aqy)

Ester Minarni Sebut Peluang Bisnis Properti di Jawa Tengah Tahun 2020 Masih Menggiurkan

Tawuran di Semarang Beberapa Hari Lalu Libatkan Pelajar dari 4 SMK Ini

KOPI Semawis Gelar Doa Ketuk Pintu Jelang Parayaan Pasar Imlek, Harjanto Halim : Temanya Potehi

Di Balik Lezatnya Durian di Karanganyar, Ada Pengikat dan Pemanjat yang Menantang Maut

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved